Listrik Sekadau Kerap Padam

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 824

Listrik Sekadau Kerap Padam
LISTRIK PADAM – Pemadaman listrik di Sekadau dikecam warga. Mereka menilai pemadaman mengganggu aktivitas puasa Ramadan, khususnya ketika berbuka dan makan sahur.
Pemadaman listrik yang dilakukan PLN dalam beberapa hari terakhir selama bulan Ramadan membuat sejumlah warga di Sekadau berang. Namun PLN berdalih pemadaman terpaksa dilakukan karena terjadinya gangguan suplai listrik ke Bumi Lawang Kuari.

Salah seorang warga Sekadau, Iskandar mengatakan, sering padamnya listrik terasa sangat mengganggu. Apalagi, tak jarang terjadi berkali-kali dalam sehari. “Padahal ini kan bulan Ramadan, masyarakat tentu sangat berharap listrik tidak sering padam. Ini justru sebaliknya, awal-awal puasa saja sudah sering padam,” ujarnya, kemarin.

Kondisi itu, juga membuat pekerjaan ibu rumah tangga ikut terganggu, mulai dari memasak hingga pekerjaan rumah tangga lainnya. Untuk itu ia berharap, PLN dapat menjelaskan kepada masyarakat. “Kenapa sering padam, apa penyebabnya? Karena ‘penyakitnya’ itu-itu saja apalagi Ramadan dan hari raya itu listrik sering padam,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ignatius, ia mengaku prihatin sering padamnya listrik. Sebab, kerapnya listrik padam tentunya berdampak pada barang-barang elektronik. “Saya prihatin. Kawan-kawan yang muslim lagi berbuka atau salat lampu padam, belum lagi subuh tiba-tiba padam,” tuturnya.

Untuk itu, ia meminta PLN profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kalau orang sudah ngomel siapa yang menanggung dosa? Kami minta meningkatkan kinerjanya dan memperhatikan hal-hal demikian,” pintanya. Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau, Teguh Arif Hardianto mengaku kecewa terhadap pelayanan PLN. Apalagi, kata dia, belakangan ini kerap listrik padam terlebih pada saat Ramadan.

“Seharusnya pada jadwal-jadwal hari besar harus ada antisipasinya. Minimal sebelum tanggal hari-hari besar itu harus ada persiapan yang matang,” ujarnya. Dikatakan dia, jika sudah terjadi pemadaman bergilir berarti PLN tidak menunjukan sifat profesionalnya. “Masa sekelas BUMN pelayanannya terkesan amatiran.

Tidak ada perubahan dan adanya pemadaman bergilir,” katanya. Untuk itu Teguh mendesak PLN agar bekerja profesional. Sebab, kata dia, dengan kondisi tersebut semakin membuat citra PLN semakin tidak baik. Terlebih, kata dia, nomor telepon pengaduan tidak aktif.

“Jangan tidak diaktifkan. Ini membuat masyarakat semakin resah dan tidak percaya lagi dengan PLN, kalau masyarakat menelepon itu harus dijawab sesuai dengan kondisi agar masyarakat pun memahaminya,” pungkasnya. Manajer PLN Ranting Sekadau Rizky Ramdan Yusup mengatakan, sehubungan dengan datangnya musim hujan dan bulan Ramadan 1438 H, tiga minggu menjelang bulan puasa pihaknya gencar melaksanakan pemeliharaan jaringan gabungan seluruh unit.

"Yaitu pemangkasan dan penebangan pohon yang dekat jaringan dan penggantian material. Hal ini guna mengantisipasi gangguan jaringan karena pohon yang bisa mengakibatkan padam," ujarnya. Dalam kondisi normal, PLN Sekadau tidak ada pemadaman, seperti di hari pertama dan kedua puasa. Namun untuk tadi  malam memang ada pemadaman dikarenakan ada kendala di PLTU Sanggau sehingga mengurangi suplai ke arah Sekadau.

Tapi untuk saat ini PLTU sudah normal kembali dan diharapkan tidak ada pemadaman, maka dari itu kami mengimbau  kepada masyarakat agar melakukan penghematan listrik terutama pada saat beban puncak pada pukul 17.00-22.00 WIB sehingga bisa mengurangi pemadaman. (akhmal setiadi/ang)