Senin, 23 September 2019


Jalan Baru Rusak Akibat Alat Berat

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 745
Jalan Baru Rusak Akibat Alat Berat

JALAN RUSAK – Aeorang pengendara sepeda motor melewati Jalan Raya SP12 Seberang Kapuas yang diduga rusak akibat dilalui arat berat.

SEKADAU, SP – Sejumlah masyarakat berang dengan kerusakan jalan di daerah SP12 Madya, Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir. Padahal jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki. Dugaanya, kerusakan itu akibat alat berat yang kerap melintas di jalan tersebut. Warga Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Gitolius mengatakan, ia merasa kesal dengan kondisi jalan yang kembali rusak akibat dilalui alat berat.

"Kenapa bisa begini? Jalan Madya, kok rusak begini, padahal jalan ini udah diaspal, kalau rusak jadi ndak enak dipandang," kata Gitolius dalam akun Facebook nya, Kamis (20/7).
Menurut dia, rusaknya jalan itu akibat alat berat yang tanpa permisi dan melanggar aturan pengguna jalan.

"Ini pasti gara-gara alat berat, seharusnya alat berat tidak boleh lewat di jalan raya, mereka pasti ada jalurnya masing-masing, kami minta pemerintah tindak tegas hal seperti ini," pungkasnya. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin juga mengaku berang mengetahui kondisi tersebut. Ia menuturkan, jalan yang merupakan fasilitas umum yang dilalui alat berat tidak untuk peruntukannya bisa disanksi.

“Sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pengrusakan. Itu ada Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan,” ujarnya. Dalam Pasal 63 Poin (1) dijelaskan bahwa setiap orang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan dan terganggunya fungsi jalan akan dipidana 18 bulan atau denda Rp1,5 miliar. Untuk itu masyarkaat yang mengetahui kondisi tersebut harus melapor kepada dinas terkait. Sebab, bila dibiarkan terus tentu jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah rusak.

“Kalau dibiarkan terus kapan Sekadau ini maju? Belum lama dibangun sudah rusak,” kata dia. Muslimin meminta, alat berat yang melewati jalan itu harus bertanggungjawab. Sebab pemerintah sudah membangun infrastruktur, khususnya jalan yang diperuntukan bagi arus transportasi masyarakat. Tapi kenapa justru dirusak.

“Jangan seenaknya lewat. Pemerintah sudah membangun malah dirusak,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi bagaimana tingkat kerusakan jalan tersebut. Dia mengatakan, belum diketahui penyebab kerusakan jalan tersebut.

“Kami akan meninjau ke lapangan melihat kondisi tersebut. Selama ini banyak terjadi kerusakan jalan dikarenakan alat berat perusahaan, tetapi tidak tahu penyebabnya apa?,” jelas dia. Seharusnya pihak perusahaan membawa alat berat memakai tronton atau jalan yang dilaluinya dialas menggunkan papan.

“Kalau kondisi jalan di SP 12 itu rusak berat, kami minta pihak perusahaan harus bertanggungjawab,” pungkasnya. (akh/ang)