Minggu, 22 September 2019


Sekadau Jadi Tujuan Warga Asing

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 518
Sekadau Jadi Tujuan Warga Asing

Mendata – Petugas Imigrasi mendata tenaga kerja asing. Di Kabupaten Sekadau, tercatat 15 orang tenaga kerja asing dari berbagai negara bekerja di beberapa perkebunan sawit

SEKADAU, SP – Pemerintah Kabupaten Sekadau mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Sekadau hingga Agustus 2017 sebanyak 15 orang. Mereka umumnya bekerja di sektor perkebunan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sekadau, ZA Daeng Manggung mengatakan selain tenaga kerja, beberapa organisasi masyarakat (Ormas) asing juga melakukan aktivitas di Sekadau, jumlahnya mencapai 19 Ormas.

Daeng Manggung mengungkapkan beberapa TKA tersebut saat ini Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sudah habis masa berlakunya. “Ada dua orang yang sudah habis izin IMTA, jika mereka masih bekerja, tentunya izin ini harus diurus,” kata dia, Selasa (24/10).

Selain menjadi wilayah tujuan kerja, Sekadau ternyata juga merupakan wilayah yang kerap dikunjung warga asing untuk berlibur. Tercatat, Januari lalu ada lima warga Republik Rakyat Cina (RRC) berwisata ke Sekadau, bulan Februari lima warga Amerika Serikat, bulan Juni seorang warga asal Malaysia mengunjungi Sekadau, dan di bulan Agustus ada tiga warga Korea Selatan mengunjungi Sekadau sebagai tujuan wisata.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Sanggau, Juni Munandar, menuturkan warga asing diwajibkan untuk melapor ke dinas atau instansi terkait jika menetap untuk tujuan kerja atau berlibur untuk mendapatkan kartu tanda pengenal warga negara asing.


 “Kalau orang asing menginap, seperti wisatawan, pihak penginapan yang melapor melapor secara online ke Aplikasi Pendataan Orang Asing (APOA),” ujar Juni Munandar.
 

 Hanya saja, kata Juni, adapun kendala yang dihadapi adalah pihak penginapan dan perorangan tidak mempergunakan kemudahan pelaporan dengan aplikasi APOA. Karena itu pihaknya melakukan pengawasan dengan dua cara.

“Imigrasi melakukan dua cara pengawasan terhadap orang asing, pertama pengawasan terbuka, kedua pengawasan tertutup,” ucap Juni.

Untuk pengawasan terbuka, Imigrasi mendatangani sesuai data yang ada. Sedangkan, pengawasan tertutup, yaitu memantau dengan keterangan masyarakat atau atau orang-orang sekitar yang mengetahui keberadaan orang asing.

“Secara umum orang asing di Sekadau TKA bekerja di perkebunan sawit. Mereka memiliki izin kerja yang legal, hingga saat ini belum ada penyalahgunaan izin oleh orang asing. Sekadau saat ini masih normal,” bebernya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau, Moris menambahkan, dari 15 orang tenaga kerja asing yang bekerja di perkebunan, tujuh orang berasal dari Malaysia, satu orang dari Amerika Serikat dan tujuh orang dari Korea Selatan.


 “Satu orang tenaga kerja asal Malaysia sudah kembali ke negara asalnya karena izin IMTA nya habis masa berlaku,” pungkasnya. (akh/jee)