RSUD Sekadau Rawat Dua Pasien Anak Penderita DBD

Sekadau

Editor Kiwi Dibaca : 390

RSUD Sekadau Rawat Dua Pasien Anak Penderita DBD
Fogging - Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti. Peran serta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan juga dituntut untuk mencegah penyebaran DBD
SEKADAU, SP – Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau, Henry Alpius meminta masyarakat Sekadau menjaga kebersihan di lingkungannya. Imbauan yang disampaikan Henry menyusul dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani oleh pihak rumah sakit baru-baru ini.

“Kasus DBD yang kita tangani diderita oleh anak-anak. Meskipun demikian, kasus DBD di Sekadau belum ada lonjakan,” katanya, Senin (30/10).

Henry mengatakan, perubahan cuaca bisa menjadi faktor terjadinya DBD. Namun, ia menegaskan, saat ini belum ada lonjakan kasus DBD. Kendati demikian, pihaknya memastikan sudah memonitor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau.

“Dinas Kesehatan juga memonitor di tingkat Puskesmas dan pelayanan masyarakat. Kami juga mengimbau peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan DBD,” ucapnya.

Henry menilai, saat ini tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pengobatan terhadap penderita DBD mengalami peningkatan.
“Tingkat kesadaran melakukan pengobatan sudah meningkat, jadi bila ada kasus DBD, masyarakat langsung berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit,” kata Hendry.

Sebelumnya, Bupati Sekadau, Rupinus meminta instansi terkait untuk melakukan pengasapan atau  fogging serta memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah DBD.
Fogging dan abateisasi dan lebih proaktif lagi untuk mencegah terjadi DBD,” pinta Rupinus. (akh/jee)

Komentar