Senin, 23 September 2019


Operasi Zebra Kapuas Jaring Puluhan Pelajar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 618
Operasi Zebra Kapuas Jaring Puluhan Pelajar

Terjaring Razia – Anggota Satlantas menilang pelajar yang melanggar peraturan lalu lintas. Di Sekadau, pulihan pelajar terjaring Operasi Zebra Kapuas 2017

SEKADAU, SP – Kasat Lantas Polres Sekadau, Iptu Tri Teguh Mulyono menyangkan puluhan pelajar yang terjaring dalam Operasi Zebra Kapuas 2017 karena mengendarai kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat kendaraan. “Kami kerap mengimbau orangtua agar tidak mengizinkan anak mereka yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor. Jika dibiarkan tentunya ini berbahaya,” ujarnya, Kamis (2/11).

Menurut Tri, sejumlah kasus kecelakaan jalan raya disebabkan karena anak usai dini yang menggunakan sepeda motor secara ugal-ugalan. Kondisi ini tentunya juga menjadi tanggung jawab para orangtua. “Beberapa kasus kecelakaan juga dialami pengendara yang merupakan anak dibawah umur. Dalam razia, kerap terjaring anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” ucapnya.

Selain itu, kata dia, banyak anak-anak yang mengendarai sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Para orangtua berdalih mengizinkan anaknya mengendarai sepeda motor tidak bisa mengantar merke ke sekolah karena kesibukan.

“Ini sangat berbahaya. Karena itu, kami berharap orangtua tidak mengizinkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor,” kata dia.

Selain itu, Teguh mengimbau masyarakat, agar selalu memeriksa kelengkapan kendaraan sebelum bepergian.
“Masyarakat diharapkan melengkapi surat-surat kendaraan maupun kelengkapan kendaraan serta memakai helm SNI,” imbaunya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin mengungkapkan keprihatinannya akan banyaknya anak di bawah umur yang menggendari kendaraan bermotor. 
“Anak-anak ini kan banyak yang belum paham cara berkendara yang benar tentunya ketika mereka berkendara di jalan akan membahayakan dirinya dan orang lain,” kata dia.

Karena itu Politisi Partai Golkar berharap peran serta aktif orangtua mengawasi anaknya dan tidak membiarkan anak mereka yang belum cukup umur menggunakan kendaraan bermotor. “Sayangi nyawa anak kita, jangan biarkan mereka menggunakan kendaraan sebelum waktunya,” pungkasnya. (akh/jee)