Minggu, 20 Oktober 2019


Jembatan Ambruk Dilewati Truk Tronton

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 594
Jembatan Ambruk Dilewati Truk Tronton

AMBRUK – Jembatan di Dusun Pekawai, Desa Nanga Suri, Kcamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, ambruk saat dilintasi truk tronton, Kamis (14/12). (SP/Akhmal)

Warga Minta Pemprov Bangun Jembatan Laik


Kapolsek Nanga Mahap, Ipda I Nengah Muliawan 
"Pada saat melewati jembatan di Dusun Pekawai, mobil tronton terperosok di tengah jembatan akibat patahnya kayu gelegar jembatan, sehingga alat berat eskavator terguling ke sungai."

SEKADAU, SP - Jembatan bermaterial kayu di Dusun Pekawai, Desa Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, roboh, Rabu (13/12) siang. Jembatan yang berada di jalan poros utama menuju Kecamatan Nanga Mahap itu ambruk saat dilewati truk tronton yang memuat alat berat eskavator milik PT Mahap Bhakti Jaya (MBJ). Akibatnya, lalu lintas sempat terhambat.

Kapolsek Nanga Mahap, Ipda I Nengah Muliawan mengatakan, alat berat tersebut hendak dibawa menuju kawasan Biaban, Kecamatan Sekadau Hulu untuk keperluan pembukaan lahan kelapa sawit.

"Pada saat melewati jembatan di Dusun Pekawai, mobil tronton terperosok di tengah jembatan akibat patahnya kayu gelegar jembatan, sehingga alat berat eskavator terguling ke sungai," kata Muliawan.

Faktor penyebab patahnya jembatan diduga karena kelebihan beban dan usia jembatan tua dan material kayu mulai rapuh.

"Setiap dilewati mobil, jembatan tersebut sudah goyang," ujar Muliawan.

Pihak perusahaan PT MBJ bertanggungjawab atas kerusakan tersebut dan langsung melakukan perbaikan. Sekira pukul 24.00 WIB, arus lalu lintas kembali normal.

Dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Sementara itu, Camat Nanga Mahap, Hermanto mengatakan, jembatan tersebut memang darurat lantaran sudah tua. Jembatan tersebut perlu dibangun dengan material beton. 

“Untuk jalur lain memang tidak ada. Tentu pengendara yang melintas harus hati-hati melewatinya. Saat ini (kemarin,red) sudah diangkat mobilnya. Alat berat belum,” ungkap Hermanto.

Menurut Hermanto, sedikitnya ada tiga jembatan yang dinilai rawan. Ketiga jembatan tersebut masing-masing di tengah-tengah Desa Nanga Suri, awal masuk Pekawai dan perbatasan Pekawai–Nanga Taman. 

Untuk itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat membangun tiga jembatan yang berpotensi ambruk bila dilintasi alat berat itu. Sebab, jembatan itu merupakan kewenangan Pemprov Kalbar. 

“Tapi alat berat punya perusahaan, maka mereka bertanggungjawab,” bebernya.

Sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo mengatakan, mengenai jalan dan jembatan yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar. memang terdapat titik yang kondisinya memprihatinkan. 

"Seperti adanya jalan rusak, jalan berlubang, dan termasuk jembatan yang kondisinya harus diperbaiki. Biasanya setiap tahun ada anggaran pemeliharaan dan peningkatan," ujar Heri.

Jangan Asal Melintas


Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Muslimin menyayangkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, seharusnya sopir truk tronton memperhitungkan ketahanan jembatan jika dilalui kendaraan bermuatan berat. Jika asal-asalan, akibatnya jembatan roboh.

“Jangan asal lewat saja. Harusnya dilihat dulu, bisa tidak dilalui, apalagi kalau alat berat,” kata Muslimin. 

Selain itu, sudah seharusnya pihak perusahaan bertanggungjawab terhadap kondisi tersebut. Sehingga, arus transportasi masyarakat tidak terganggu karena kondisi tersebut. 

“Sudah seharusnya perusahaan yang bertanggungjawab karena alat berat mereka yang melintas,” pungkas Muslimin. (akh/bah)