Rabu, 13 November 2019


Hari Jadi Melawi dan Sekadau, Rupinus dan Panji Janji Sejahterakan Rakyat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 495
Hari Jadi Melawi dan Sekadau, Rupinus dan Panji Janji Sejahterakan Rakyat

HARI JADI – Pejabat Pemkab Sekadau dan DPRD Kabupaten Sekadau merayakan Hari Jadei Kabupaten Sekadau ke 14 tahun di Kantor DPRD setempat, Senin (18/12). (SP/Akhmal)

Bupati Sekadau, Rupinus 
"Nah, kalau ada pelebaran jalan, partisipasi masyarakat diperlukan demi kemajuan Kabupaten Sekadau. "

SEKADAU, SP – Tepat pada 18 Desember, Kabupaten Sekadau merayakan Hari Jadi Kabupaten di Kantor DPRD Kabupaten Sekadau. 
Kabupaten Sekadau genap berusia 14 tahun sejak memisahkan diri dari Kabupaten Sanggau pada 2003. 

Pemkab Sekadau terus berbenah dan menata mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan hingga ketahanan pangan yang menjadi program prioritas. Peran masyarakat juga diharapkan untuk turut serta memajukan pembangunan di Bumi Lawang Kuari.

Bupati Sekadau, Rupinus berjanji akan membenahi infrastruktur sesuai dengan kemampuan daerah dan anggaran yang ada.

Pembenahan tersebut termasuk penataan kota yang menjadi kewenangan Pemkab Sekadau.

“Nah, kalau ada pelebaran jalan, partisipasi masyarakat diperlukan demi kemajuan Kabupaten Sekadau,” tutur Rupinus.

Sementara Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menambahkan, desa bisa membangun infrastruktur dengan menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). 


Pemerataan Pembangunan 


Kabupaten Melawi juga merayakan Hari Jadi Kabupaten pada 18 Desember sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2016. Tahun ini, tepat 14 tahun Melawi dimekarkan dari Kabupaten Sintang pada 2003 silam. 

Para pendiri dan penggagas Kabupaten Melawi pun berharap sesuai dengan tujuan awal pemekaran, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan bisa tercapai.

Bupati Melawi, Panji seusai pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Melawi ke 14 di halaman Rumah Jabatan Bupati, Senin (18/12) mengatakan, terbentuknya Melawi didasarkan perjuangan para pendahulu dan dengan niat yang kuat.

“Kita harus bekerja keras untuk memajukan Melawi. Kita harus mempertahankan kekompakan, hidup sebagai saudara dan kebersamaan gotong royong,” kata Panji.

Hari Jadi Melawi, lanjut Panji, juga menjadi momentum untuk evaluasi sejauh mana yang sudah dicapai dan mana yang belum berhasil sesuai dengan visi misi Kabupaten Melawi serta visi para kepala daerah di periode berjalan.

Sementara tokoh yang ikut berperan dalam proses pemekaran Kabupaten Melawi, H Katni menilai, kemajuan di Melawi sudah jauh lebih baik bila dibandingkan saat masih kecamatan dulu. 

Fasilitas kesehatan juga sudah banyak dibangun, baik oleh pemerintah dengan keberadaan rumah sakit umum sampai munculnya klinik maupun rumah sakit swasta yang ikut membantu layanan kesehatan.

“Dulu tak ada rumah sakit, sekarang rumah sakit banyak,” katanya.

Kendati demikian, ada sejumlah PR yang mesti segera dituntaskan pemerintah. Katni mengungkapkan seperti persoalan pembangunan jalan yang sampai saat ini belum menjangkau sampai pelosok desa.

“Kita ingin sampai ke ujung desa jalan sudah nyaman dilalui. Ini perlu diprioritaskan. Dengan jalan yang bagus, maka ekonomi masyarakat akan meningkat lebih baik,” katanya. (akh/eko/bah)

Ajang Introspeksi dan Evaluasi


Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Abang Tajudin mengatakan, Kabupaten Melawi harus semakin berbenah dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan SDM, sehingga kesejahteraan masyarakat tercapai. 

Tajudin juga berharap momentum hari jadi bisa menjadi introspeksi dan evaluasi diri sejauh mana yang telah diperbuat untuk Melawi selama 14 tahun terakhir. 

Harapan masyarakat dengan terbentuknya Melawi yakni pelayanan lebih cepat serta pembangunan yang juga lebih cepat. (eko/bah)