Kamis, 24 Oktober 2019


1.000 Guru Kalbar Sambangi SD di Pedalaman Sekadau

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 369
1.000 Guru Kalbar Sambangi SD di Pedalaman Sekadau

BENTANGKAN SPANDUK – Sebanyak 1.000 Guru Kalbar tebar semangat pendidikan di pedalaman Sekadau. Program TNT 1000 Guru Kalbar ini menyambangi SDN 16 Kelmpuk Desa Meragun, Nanga Taman. (SP/Akhmal)

Tebar Semangat Pendidikan


Para pemuda yang tergabung dalam 1.000 guru Kalbar menyambangi SD Negeri 16 Dusun Kelampuk, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada 26 hingga 28 Januari kemarin. 1.000 guru Kalbar itu berupaya menyebarkan semangat pendidikan khususnya di daerah pedalaman.

SP - Penanggungjawab Traveling dan Teaching (TnT) Sekadau, Welli Center mengatakan, 1.000 guru didirikan seorang pemuda bernama Jhemi Ngadiono, dengan tagging traveling and teaching. Ini merupakan bentuk kepedulian pada dunia pendidikan khususnya daerah pedalaman dan perbatasan sembari traveling.

“Kami mengajak kaum muda Indonesia untuk menyebarkan semangat pendidikan. Agar pendidikan di Indonesia lebih baik lagi,” ujarnya, Rabu (31/1).

Welli mengatakan, 1000 guru Kalbar pertama kali melaksanakan TnT pada 2015 lalu. Hingga saat ini, 1000 guru Kalbar telah melaksanakan sebanyak sembilan kegiatan TnT.

“Kesembilan kalinya itu dilaksanakan di Sekadau, terdiri dari 37 volunter dan 41 panitia. Dari Nanga Taman ke Dusun Meragun menggunakan truk dan sepeda motor,” ucapnya.

Kegiatan TnT yaitu mengajar dan memberikan motiviasi kepada siswa. Tak hanya itu, 1000 guru Kalbar juga memberikan donasi berupa perlengkapan sekolah di antaranya topi, dasi dan pakaian sekolah.

“Ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan guru serta dukungan pemerintah merupakan hal yang ingin kawan-kawan 1000 guru dorong untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Welli mengatakan, selain itu pihaknya juga mengadakan pengobatan gratis bagi warga Dusun Kelampuk. Sebab, dalam kegiatan tersebut ada empat peserta yang berprofesi sebagai dokter dan delapan orang merupakan tenaga medis.

“Perlu diketahui bahwa 1000 guru terdiri dari berbagai macam profesi, bukan hanya guru saja. Pemberian nama 1000 guru itu karena nama guru lebih dekat ke dunia pendidikan,” bebernya.

Welli mengatakan, dengan motto: bhakti kami untuk anak negeri pihaknya berharap potret pendidikan di Indonesia lebih baik lagi.

“Ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan guru serta dukungan pemerintah merupakan hal yang ingin kawan-kawan 1000 guru dorong untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (akhmal setiadi musran/ang)