Rabu, 13 November 2019


Evaluasi dan Pembinaan di Sekadau Hilir

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 347
Evaluasi dan Pembinaan di Sekadau Hilir

SAMPAIKAN PENDAPAT - Salah seorang kepala desa sedang menyampaikan pendapatnya terkait rencana penerapan sistem non tunai hingga tingkat desa, di Kantor Camat Sekadau Hilir, Kamis (1/2).

Rencana Penerapan Non Tunai Tingkat Desa Bikin Dilema


Penerapan sistem non tunai hingga tingkat pemerintah desa membuat dilema para kepala desa di Kecamatan Sekadau Hilir. Hal itu terungkap saat rapat evaluasi dan pembinaan desa di Aula Kantor Camat Sekadau Hilir, Kamis (1/2) pagi.

SP - Abdul Hamid Kepala Desa Sungai Ringin mengtakan, akan diterapkannya pembayaran non tunai sampai di tingkat desa tentu menjadi problem baru.

"Program non tunai menurut saya dilema, karena pihak pengusaha bahan material tidak mau sistem transfer non tunai mereka maunya tunai," kata Abdul Hamid.

Mengapa harus tunai,  selain mudah transaksi sumber daya desa masih belum mampu menerapkan sistem seperti itu.

"Banyak lagi pertimbangan, misalnya gaji perangkat desa baru turun per enam bulan. Jika sistem non tunai apakah Pemkab mau bayar gaji per bulan. Tolong ini dipertimbangkan,"ucapnya.

Kepala Desa Engkersik Florentinus Semadi mengatakan, setiap desa memilik cara pembayaran berbeda-beda. Di desanya, pembangunan biasa dilakukan cara talangan, apabila dana desa belum keluar. 

Camat Sekadau Hilir Safi'i Yanto mengatakan, dalam rangka evalusi dan pembinaan di awal tahun 2018 ini pihaknya sangat harapkan desa-desa lebih giat lagi.

"Dasar kami melakukan pembinan dan evaluasi adalah PP 47 tahun 2017 tentang Desa bahwa camat melakukan pembinaan dan pengawasan,” ucapnya.

Sesuai hasil rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum,  desa harus memilih mana pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Jangan sampai proyek di desa tumpang tindih.

Kapolsek Sekadau Hilir Iptu Masdar mengatakan, terkait penggunaan dana desa pihaknya memiliki rasa tanggung jawab. Program di tahun 2018, diharapkan Kades harus punya terobosan baru.

Perwakilan Bank Kalbar Sekadau Suhendri mengatakan, di tahun ini pihaknya sesuai kerjasama bersama pemerintah akan menerapkan penarikan non tunai. "Namun sistem non tunai diterapkan pada Kegiatan yang kisaran besaran anggarannya mencapai 10 sampai 20 juta langsung dibuat rekeningnya, jadi langsung transfer," ungkapnya.

Menurutnya, sistem non tunai ini bertujuan untuk proteksi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. "Kami melihat tingkat keamanan dari uang tersebut, karena takut risiko besar terjadi kepada Pak Kades, Bank Kalbar terus memfasilitasi kepada pihak desa," tukasnya.

F Iwan Karantika, Kepala BPKAD Sekadau mengatakan, nantinya semua transaksi dilakukan non tunai. Hingga saat ini, hampir semua transaksi dilakukan secara non tunai, meski belum secara keseluruhan.

“Regulasinya nanti akan disiapkan sehingga semua transaksi non tunai bisa berjalan dengan baik,” kata dia.

Iwan tak menampik adanya berbagai kendala yang dihadapi. Kendati demikian, Pemkab terus berupaya untuk mengoptimalkannya. (akhmal seitadi musran/ang)