Pemkab Keluarkan Intruksi Atasi Karhutla

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 192

Pemkab Keluarkan Intruksi Atasi Karhutla
Ilustrasi. Net
SEKADAU, SP - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, guna menyikapi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau, maka seluruh stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi

“Nanti akan dikeluarkan instruksi bersama. Ini untuk mengatur kebiasaan masyarakat agar tidak timbul pertentangan dengan pemerintah,” ujarnya, pada Suara Pemred, Minggu (15/4).

Diketahui masyarakat yang melakukan ladang berpindah dengan dibakar dilakukan secara turun-temurun. Hal itu nantinya akan diatur melalui instruksi bersama, dan yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat. 

“Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.

Akhmad mengatakan, pemerintah daerah juga telah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) relawan peduli bencana asap akibat karhutla Desa Sungai Kunyit dan Peniti, dan telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) di Nanga Mahap.

Menurut Akhmad, Desa Sungai Kunyit dan Peniti dibentuk pokmas relawan peduli asap akibat karhutla karena dari 14 desa di Kabupaten Sekadau, dua desa tersebut area lahan gambutnya sangat luas. Ia mengatakan, dari data sebelumnya ada lahan gambut yang terbakar.

“Ini yang perlu diantisipasi. Jika lahan gambut terbakar sangat sulit dipadamkan,” kata dia.

Adapun 14 desa yang terdapat lahan gambut, yaitu Bonti, Nanga Menterap, Setawar, Peniti, Sungai Kunyit, Landau Kodah, Mungguk, Timpuk, Tapang Semadak, Gonis Tekam, Entabuk, Sungai Ayak II, Sungai Ayak I dan Merbang. Lahan gambut menjadi salah satu fokus dalam pencegahan karhutla di Kabupaten Sekadau.

Adanya penurunan signifikan hotspot di Kabupaten Sekadau. Pada 2015 lalu, tercatat 249 hotspot, 2016 tercatat 182 hotspot. Sedangkan, pada 2017 lalu tercatat 84 hotspot. (akh/jek)