Rupinus Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 206

Rupinus Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan
Bupati Sekadau, Rupinus
SEKADAU, SP - Program aksi tiga bulan bersih sampah telah dilakukan pemerintah, tak terkecuali Pemkab Sekadau. Program aksi tiga bulan bersih sampah tersebut dimulai 21 Februari hingga 21 April.

Menurut Bupati Sekadau, Rupinus, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Lingkungan Hidup, tentang kerja bersama untuk peningkatan penanganan sampah melalui program aksi tiga bulan bersih sampah. 

“Semakin meningkatnya penduduk, konsumsi semakin tinggi tidak sebanding dengan ketersediaan tempat pembuangan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA) untuk menampung sampah,” ujarnya, disela-sela hari peduli sampah nasional di kawasan Pasar Baru, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau, sabtu (21/4) lalu.

Selain itu, kata dia, terbatasnya jumlah petugas kebersihan serta minimnya fasilitas pendukung hingga konsep pengelolaan sampah masih konvensional. Hal itu tentunya akan berdampak pada masalah sosial yang ditimbulkan dari sampah.

“Untuk itu perlunya keaktifan masyarakat untuk mematuhi ketentuan pembuangan sampah,” katanya.

Rupinus mengatakan, Pemkab telah berupaya mengelola sampah. Hanya saja, pengelolaan sampah itu masih menggunakan cara konvensional serta dilaksanakan tanpa integrasi pengelolaan yang komprehensif.

Bahkan, Pemkab Sekadau juga telah menetapkan Peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Didalam perda tersebut juga mengatur mengenai tertib kebersihan.

“Upaya lain yang dilakukan seperti pembinaan pengelolaan sampah rumah tangga melalui sosialisasi, penyediaan sarana dan prasarana termasuk tong sampah dan TPA yang baru selesai pengerjaannya,” ungkapnya.

Rapinus berharap, kegiatan tersebut menjadi momentum gerakan bersama dengan masyarakat dalam mengelola sampah. Ia mengatakan, tiga bulan bersih adalah target yang ditetapkan agar ada kesinambungan, komitmen dan konsistensi dalam menjaga kebersihan dan buang sampah sembarangan.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat dan SKPD di lingkungan Pemkab Sekadau menjadikan momen ini sebagai langkah awal meningkatkan kepedulian agar lebih peduli terhadap pentingnya kebersihan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi mengatakan, semakin berkembangnya satu daerah dan berkembangnya aktivitas ekonomi semakin banyak pula sampah. Untuk Kabupaten  Sekadau kurang lebih 10 ton sampah per hari.

Wirdan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terbentur aturan lantaran TPA milik PU. Ia berharap, pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilir bisa dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami hanya mengantarnya saja ke TPA. Kami berniat setelah di TPA sampah bisa dikelola menjadi kompos. Pupuk itu nantinya bisa saja dikemas, dibuat brand DLH Kabupaten Sekadau, sehingga ada nilai tambahnya,” katanya. (akh/jek)