Senin, 23 September 2019


Pegawai RSUD Latihan Tangani Kebakaran

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 204
Pegawai RSUD Latihan Tangani Kebakaran

SIMULASI - Jajaran RSUD Sekadau melakukan simulasi pemadaman kebakaran. Simulasi itu dilakukan dengan mnggandeng BPBD Sekadau, di halaman parkir RSUD Sekadau, Kamis (26/4). (SP/Akhmal)

SEKADAU, SP -  Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau, menggelar simulasi penanganan kebakaran, di halaman parkir RSUD Sekadau, Kamis (26/4).  

Plt Direktur RSUD Sekadau, Henry Alpius mengatakan, rumah sakit juga beresiko terjadinya bencana kebakaran. Oleh sebab itu pihaknya berinisiatif melakukan simulasi penanganan dan pemadaman kebakarandengan mengggandeng BPBD Sekadau.

“Seluruh pegawai rumah sakit, baik itu tenaga medis maupun cleaning service diharapkan memiliki kemampuan dan kecakapan menyelamatkan pasien, termasuk menyelamatkan pasien ketika terjadinya kebakaran,” kata dia.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan tersebut seluruh pegawai rumah sakit mampu melaksanakan pencegahan dan penaganan awal. Mulai dari evakuasi pasien hingga tata cara memadamkan api.

“Di RSUD, setiap ruangan dan unit sudah disediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Meski sudah disiapkan, kami memandang perlu diberikan pelatihan untuk penggunaan APAR itu sendiri, karena tidak semua orang tau cara penggunaannya,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginisiasi pada 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Penetapan HKBN ini bertujuan membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana. 

“Simulasi tersebut, mulai dari proses evakuasi dan dijelaskan bagaimana setiap orang berperan agar pencegahan dini bencana bisa dioptimalkan,” katanya.

Akhmad mengatakan, hal itu merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat. Secara nasional Kabupaten Sekadau juga termasuk kategori rawan bencana.

“Bencana yang terjadi banjir, karhutla, permukiman dan tanah longsor. Apalagi Sekadau daerah berbukit sehingga rawan terjadi longsor, juga ada puting beliung,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Sekadau, M Wahyu Ardi berharap, kedepannya semakin banyak instansi pemerintahan terutama pelayanan umum turut andil melaksanakan simulasi serupa, sehingga mengetahui cara menangani ketika terjadi kebakaran. 

"Setiap rumah tangga atau instansi sebenarnya mesti memiliki APAR., sehingga ketika terjadi kebakaran bisa diantisipasi secepat mungkin," tuturnya. (akh/jek)