Rabu, 13 November 2019


KPU Ingatkan Panitia Pemilu Tidak Curang, Logistik Sudah Didistribusikan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 326
KPU Ingatkan Panitia Pemilu Tidak Curang, Logistik Sudah Didistribusikan

DISTRIBUSI LOGISTIK - Pendistribusi logistik Pemilihan Gubernur Kalbar dari KPU Sekadau ke Kecamatan Belitang Hulu, Sabtu (23/6). KPU Sekadau mengingatkan penitia pemilihan umum Sekadau untuk tidak berbuat curang. (SP/Akhmal)

Ketua KPU Sekadau, Gusti Mahmud Buang
"Jika masyarakat menemukan kecurangan yang dilakukan paniti, segera laporkan kepada kami atau Panwaslu. Akan diambil tindakan tegas"

SEKADAU, SP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sekadau mengingatkan panitia penyelenggara pemilihan umum di Kabupten Sekadau untuk tidak berbuat curang dalam pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua KPU Sekadau Ketua KPU Sekadau, Gusti Mahmud Buang saat konfrensi pers, di kantor KPU Sekadau,  Jumat (22/6). 

Gusti Mahmud Buang menekankan kepada unsur penyelenggara Pilkada di bawah naungan KPU Sekadau untuk tidak mencoba bermain-main dengan tugasnya, dan Buang meminta keikutsertaan media massa untuk mengawasi peredaran pemberitahuan memilih (KWK – C-6) yang disebarkan petugas. 

“Jika masyarakat menemukan kecurangan yang dilakukan paniti, segera laporkan kepada kami atau Panwaslu. Akan diambil tindakan tegas,”kata Buang.

Buang menegaskan, perangkat panitia pemilihan telah dibentuk mulai dari tingkat PPK, PPS dan KPPS serta TPS, dan telah diberi bimbingan teknis.

“ Bekerjalah dengan sebaik – baiknya agar pemilukada ini sukses,” pesan Buang.

Mengenai logistik pemilu, buang menjelaskan, sudah mulai dilakukan pendistrisbusian sejak, Sabtu (23/6) lalu. Sedangkan logistik awal yang telah didistribusikan berupa undangan memilih atau C6.

“KWK – C6 merupakan hak pemilih dan bukan berupa bahan rebutan di masyarakat, namun disebarkan sesuai nama dan alamat pemilih,” tegasnya.

Komisioner KPU Sekadau, Tohidin juga mengajak , media mambantu pengawasan petugas penyelenggara pemilu.

“Kalau didapati atau diketahui petugas KPPS atau TPS bermain, maka KPU akan mengambil langkah sanksi,” ulasnya.

Komisioner KPU Sekadau lainnya, Drianus Saban mengatakan, pemilih adalah masyarakat yang mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau KWK C-6, dan pemilih yang tidak memiliki undangan C-6 minimal membawa suket dari Dukcapil atau e-KTP sebagai bukti untuk mendapatkan hak memilih.

“Bagi masyarakat yang terdaftar dalam DPT namun pindah memilih harus membawa A5,” terangnya.

Anggota seketariat PPK Belitang Hulu, Jati Mulyono mengatakan,  Jumlah pemilih di Kecamatan Belitang Belitang Hulu berjumlah 14.834 suara. Terdapat 63 TPS dengan 63 kotak suara TPS dan 3 kotak suara PPK, total 66 kotak suara dan 126 Bilik suara serta perlengkapan l?ainnya. 

"Kotak suara dijaga langsung oleh anggota Polsek Belitang Hulu bersama anggota  Koramil Belitang Hulu . Untuk pendistribusiannya ke TPS dimulai pada tanggal 24 hingga 25 Juni 2018 nanti," ungkapnya. 

Polsek Belitang hulu dan Koramil Belitang hulu melakukan penjagaan yang super  ketat kepada kotak suara di sekretariat PPK kecamatan Belitang hulu, sejak Sabtu (23/6). 

"Untuk saat ini logistik dan perlengkapan Pemilukada akan di simpan di kantor sekretariat PPK  Kecamatan terlebih dahulu. Nanti akan dijaga ketat oleh anggota Polisi dan TNI bersama petugas PPK dan Kecamatan hingga ke masing-masing TPS,"kata Kapolsek Belitang Hulu Iptu Samidi. 

Kapolsek juga mengingatkan, jangan sampai ada kecurangan pada pelaksnaan Pemilukada di Sekadau, khususnya di Kecamatan di Belitang hulu.

" Kita berharap agar semuanya berjalan dengan lancar serta aman mulai dari tahapan kampanye sampai nanti selesai pleno tingkat PPK," katanya.

Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih 

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau Sunardi, mengajak masyarakat untukmenggnakan hak pilihnya pada Rabu (27/6) mendatang, masyarakat diharapkan tidak golput.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sekadau pada umumnya, dan masyarakat Melayu pada khususnya untuk memberikan hak suaranya jangan sampai golput," ujarnya, Minggu (24/6).

Menurutny, asiapapun nanti pemimpin yang terpilih haruslah bisa mengayomi seluruh masyarakat yang ada di Kalbar, jangan sampai terpecah belah. Oleh karena itu, masyarakat harus memberikan hak suaranya karena satu suara sangat berharga untuk Kalbar lima tahun kedepan.

"Jadi, jangan sampai tidak memilih, pilihlah sesuai hati nurani. Karena satu suara itu sangat berpengaruh untuk masa depan Kalbar. Dan tentunya saya sendiri sangat berharap pemilu nanti dapat berjalan dengan aman dan lancar," pungkasnya.  (akh/jek)