Minggu, 17 November 2019


61 CJH Sekadau Dapat Bimbingan Manasik, Jemaah Mengetahui Tata Cara Pelaksanaan Haji

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 223
61 CJH Sekadau Dapat Bimbingan Manasik, Jemaah Mengetahui Tata Cara Pelaksanaan Haji

MANASIK HAJI - Wakil Bupati Sekadau, Aloysius saat memberikan pengarahan kepada 61 calon jamaah haji asal Sekadau di lantai 2 kantor Bupati Sekadau, Selasa (17/7). (SP/Akhmal)

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius
"Dengan manasik haji itu diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kepada calon jamaah haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji."

SEKADAU, SP
- Guna memberikan pemahaman kepada Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sekadau, Kantor Kementian Agama (Kemenag) Sekadau bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar bimbingan manasik haji sejak 17 hingga 20 Juli 2018. Bimbingan manasik haji di ikuti sebanyak  61 calon jamaah haji Kabupaten Sekadau.
 
Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menuturkan, bimbingan manasik haji oleh Pemkab Sekadau merupakan kewajiban pemerintah. Hal ini, sebagai upaya memberikan pembinaan pelayanan dan perlindungan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Dengan manasik haji itu diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kepada calon jamaah haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji,” ujar Aloy saat membuka bimbingan manasik haji di Ruang Serbaguna Lantai II, Kantor Bupati Sekadau, Selasa (17/7).

Aloy juga mengapresiasi panitia dan Kemenag  Sekadau, serta tim narasumber yang telah bekerjasama dengan Pemkab Sekadau dalam kegiatan tersebut. Menurutnya,kegiatan tersebut memberikan motivasi bagi jamaah calon haji untuk lebih mengetahui dan memahami segala ketentuan kondisi dan tata cara tentang pelaksanaan ibadah haji baik rukun, maupun wajib haji.

“Sehingga, dapat memberikan kemudahan dan kelancaran di dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji nantinya,” ucapnya.

Dikatakan Aloy, kegiatan manasik haji merupakan bagian dari bimbingan, pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah haji. Hal itu juga bertujuan memberikan petunjuk dan bimbingan agar calon jamaah haji mampu memahami, menghayati tujuan dan hakikat dari ibadah haji.

“Agar dapat menumbuhkan sikap tawadhuataurendah hati dan khusuk dalam pelaksanaan rangkaian ibadah haji,” kata dia.

Ia juga berpesan agar para calon jamaah haji nantinya senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Sekadau khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bimbingan manasik haji yang dilakukan juga diharapkan  dapat membuat calon jamaah nantinya bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi di Mekah maupun Madinah.

“Pesan saya, agar kiranya berdoa disana supaya masyarakat dan daerah Kabupaten Sekadau serta bangsa kita senantiasa dalam keadaan aman, damai dan sejahtera,” pesannya.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Fendy mengatakan, kegiatan manasik haji Kabupaten Sekadau dapat terlaksana, berkat adanya  kerjasam antara Pemkab Sekadau dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau.

Bimbingan manasik haji itu, bertujuan memberikan bimbingan dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan perjalanan bagi calon jamaah haji. Selain itu, memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan kepada calon jamaah haji.

Fendy menjelaskan, pada 2018 jumlah kuota haji Kabupaten Sekadau sebanyak 61 orang dan yang melakukan pelunasan sebanyak 61 orang serta yang mengikuti bimbingan manasik haji terdiri dari laki-laki sebanyak 43 orang dan perempuan sebanyak 27 orang. 

Adapun rinciannya, yaitu Kecamatan Sekadau Hilir sebanyak 48 orang, Sekadau Hulu sebanyak satu orang, Nanga Taman tiga orang, Nanga Mahap dua orang, Belitang Hilir tiga orang, Belitang tiga orang dan Nanga Taman satu orang.

“Untuk jamaah termuda berusia 32 tahun dan paling tua berusia 83 tahun,” pungkasnya.

Ikuti Aturan yang Berlaku dan Musyawarah
 
Kepala Kemenag Kabupaten Sekadau, Darrohman mengatakan, manasik adalah kewajiban pemerintah dan menjadi hak jamaah dalam rangka pembinaan untuk membekali secara keilmuan perjalanan ibadah haji para jamaah.

“Pemerintah sudah berupaya mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dalam penyelenggaraan haji walau masih belum sempurna. Oleh karena itu, tanpa kerjasama dan kesadaran saling pengertian yang baik diantara jamaah tentu kita akan sulit menyelesaikan persoalan tersebut,” harapnya.  

Selain itu, ia juga berharap, jamaah selalu membantu menyelesaikan masalah bukan sebagai penyumbang masalah, Membantu petugas, bukan membebani petugas dan menjadi jamaah yang mandiri.

“Mengikuti aturan yang berlaku dan selalu bermusyawarah. Jaga kesehatan dan hindari stres, jaga kekompakan, jaga nama baik daerah,” tuturnya. (akh/jek)