Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau di Sekadau, Cikal Bakal Perkembangan Katolik di Bumi Lawang Kuari

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 612

Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau di Sekadau, Cikal Bakal Perkembangan Katolik di Bumi Lawang Kuari
Ist
Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, di Jalan Merdeka Selatan, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, berdiri sejak 1953 silam. Di bawah Keuskupan Sanggau, rumah ibadah ini menjadi pusat perkembangan umat Katolik di Bumi Lawang Kuari.

SP - Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kristianus CP bercerita, pada 1953, gereja dibangun dengan membeli lahan warga seluas empat hektare. Lokasi itu menjadi pusat penyebaran Katolik. Ajaran ini meluas hingga ke wilayah selatan Sekadau.  

Bangunan ini memiliki desain menyerupai segitiga dan bernuansa Eropa. Pelebaran dan pembangunan gedung pun beberapa kali dilakukan, lantaran jumlah umat semakin banyak.

"Dulu pimpinan umat di paroki ini adalah orang barat dari Italia. Maka dari sisi bangunan juga mirip Eropa, dan dilapisi juga pernak-pernik daerah, yaitu motif Dayak,” ujarnya.

Tepat di depan gereja juga ada taman segitiga yang dimiliki oleh pemerintah. Banyak mayoritas pemeluk Katolik di Sekadau adalah dari suku Dayak. 

Seiring waktu berjalan, banyak anak Sekadau belajar teologi Katolik di Jawa hingga Eropa, khususnya Italia Roma (Vatikan). Setelah itu, barulah ada pastor asli Sekadau. Termasuk dirinya. Kini, agama Katolik berkembang pesat. Tercatat, Sekadau memiliki enam paroki dan ratusan gereja. 

“Dengan demikian kondisi Sekadau dipastikan aman dan terkendali di dalam keharmonisan antar umat beragama, dan kita juga sedang membangun Gereja Agung di Sekadau dan saat ini sedang proses pondasi. Dipastikan tahun depan sudah bisa dimanfaatkan untuk prosesi ibadah," terangnya.  

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII yang digelar di Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, menurutnya sejarah yang tidak terlupakan bagi umat Kristiani. Dalam momentum itu, dia berharap semua umat bersatu menunjukan kepada dunia bahwa, Indonesia adalah sumber keberagaman.  

"Tentu ini momen yang luar biasa bagi Kalbar, yang kita doakan bersama acara ini bisa berjalan sukses, dan mendapatkan tim paduan suara gereja yang mantap, sehingga bisa dikompetisikan ke tahap internasional," ungkapnya. (akhmal/anugrah/balasa)