Selasa, 24 September 2019


Warga Berupaya Lestarikan Kearifan Lokal, Menangkap Ikan dengan Cara Tradisional

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 385
Warga Berupaya Lestarikan Kearifan Lokal, Menangkap Ikan dengan Cara Tradisional

MENANGGUK - Sejumlah warga Sekadau antusias mengikuti kegiatan menangguk ikan bersama-sama di Danau Sekameh, Dusun Jabai, Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, Sabtu (4/8). (SP/Akhmal)

Bupati Sekadau, Rupinus 
"Nangguk ikan bersama ini merupakan cara menangkap ikan secara tradisional dengan kearifan lokal masyarakat."

SEKADAU, SP - Sejumlah warga Sekadau begitu antusias menangguk ikan bersama-sama di Danau Sekameh, Dusun Jabai, Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, Sabtu (4/8). Menangkap ikan dengan cara tradisional ini sebagai upaya warga sekadau melestarikan kearifan loka. 

Istimewanya, pelaksanaan menangguk ikan bersama itu juga dihadiri langsung Bupati Sekadau, Rupinus dan Tim Peneliti Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Sekadau, Kasatpol PP Kabupaten Sekadau, Kasi Intelijen Kejari Sekadau, Kepala Desa Rawak Hilir.

Bupati Sekadau, Rupinus mengapresiasi tim peneliti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pelaksanaan kegiatan menangguk ikan bersama itu juga dibantu penyuluh perikanan PNS dan PPB Kabupaten Sekadau.

“Nangguk ikan bersama ini merupakan cara menangkap ikan secara tradisional dengan kearifan lokal masyarakat,” ujarnya.

Menangkap ikan dengan cara tradisional itu diharapkan dapat terus menjaga kelangsungan perkembangbiakan ikan. Sebab, menangkap ikan dengan cara menuba atau menggunakan bahan kimia dapat mengancam kelangsungan hidup ikan.

“Kalau dituba ikan itu habis. Nah, dengan cara menangguk ikan bersama ini adalah kearifan lokal. Hanya ikan yang besar diambil, yang kecil dilepas. Jadi tidak dibabat habis,” ucapnya.

Rupinus berpesan, danau Sekameh bisa dirawat. Sehingga, kedepan budidaya ikan dapat dilakukan di danau tersebut. Bukan tidak mungkin, pada musim kemarau yang akan datang kegiatan serupa bisa kembali dilakukan.

“Ini tradisi yang bagus. Yang jelas, ini harus dipelihara. Ini menarik sekali,” kata dia.

Peneliti Muda dari BRPPUPP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Taufiq Hidayah mengatakan, pihaknya sangat bangga dan terharu. Terlebih, kegiatan nangguk bersama itu dihadiri langsung oleh Bupati Sekadau, Rupinus.

Taufiq berharap, dengan penelitian yang disampaikan nantinya pengelolaan perikanan khususnya di Kabupaten Sekadau lebih baik lagi. “Kami melaksanakan tugas penelitian di Sungai Kapuas dan sekitarnya. Semakeh termasuk tempat yang kami teliti,” ungkapnya.

Wujud Kebersamaa Masyarakat

Camat Sekadau Hulu, Yangsun mengatakan, kegiatan tersebut secara rutin dilakukan. Hal itu juga sebagai wujud kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan menagguk bersama itu sudah tidak asing lagi, khususnya di Kecamatan Sekadau Hulu. Ia berharap, kedepan adanya inovasi untuk pembenahan lokasi di Danau Sekameh.

“Selain Sekameh ada lokasi lain, seperti Danau Ulu Kolik, Sungai Pulau, Batang Perongkan. Nangguk bersama ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat,” pungkasnya. (akh/jek)