KPU Sekadau Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 147.843 Pemilih

Sekadau

Editor Indra W Dibaca : 517

KPU Sekadau Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 147.843 Pemilih
Rapat pleno terbuka rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT Pemilu tahun 2019, di Kabupaten Sekadau, Selasa (21/8) lalu. (Ist)
SEKADAU, SP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau menetapkan sebanyak 147.843 pemilih masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum 2019 mendatang.

Hal itu berdasarkan hasil rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, Selasa (21/8).

Rapat pleno ini dihadiri LO dan perwakilan partai politik, instansi terkait seperti Dukcapil dan Kesbangpol, Bawaslu serta perwakilan KPU Provinsi Kalbar.

Adapun hasil penetapan DPT antara lain, Kecamatan Sekadau Hilir 195 TPS dengan 47.070 pemilih, Sekadau Hulu 99 TPS dengan 20.378 pemilih, Nanga Taman 86 TPS dengan 19.598 pemilih, Nanga Mahap 95 TPS dengan 19.423 pemilih, Kecamatan Belitang Hilir 79 TPS dengan 16.410 pemilih, Belitang Hulu 79 TPS dengan 15.205 pemilih dan Kecamatan Belitang 39 TPS dengan 9.759 pemilih. Total di 87 desa 7 kecamatan sebanyak 672 TPS dengan jumlah pemilih 147.843 jiwa.

Ketua KPU Sekadau, Drianus Saban mengatakan, penetapan DPT pemilu 2019 diadakan setelah adanya penetapan rekapitulasi DPSHP di masing-masing panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Penetapan DPT Pemilu 2019 ini merupakan tahapan yang penting sebagai bagian dari tahapan pemilu, dikarenakan DPT akan menentukan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan persiapan pemilu lainnya,” ujar Saban.

Mengenai perbandingan data, kata Saban, ada terjadi peningkatan dari jumlah pemilih.

"Memang dibandingkan dari DPT Pilgub kemarin memang ada kenaikan jumlah pemilih Pilgub kemarin sekitar 145 ribuan dan Pemilu 2019 mendatang 147 ribuan pemilih," ungkapnya.

Tak hanya jumlah pemilih yang telah ditetapkan yang bertambah, jumlah TPS juga terjadi penambahan, dimana mulanya 400-an TPS menjadi 600-an TPS, hal itu dikarenakan aturan jumlah pemilih diminimalkan setiap TPS jumlah pemilihnya sekitar 200-an saja.

"Awalnya 1 TPS khususnya di wilayah kota jumlah pemilihnya sekitar 700-an bahkan 800qn pemilih, maka atas dasar itu terjadi pemecahan TPS," bebernya.

Tujuan dimekarkannya TPS ini, kata Saban, adalah mengefisiensi kinerja setiap anggota KPPS, karena di tahun 2019 jenis yang akan dilakukan pencoblosan itu sangat banyak.

"Pemilu 2019 teridiri dua (2) agenda besar, yakni pemilu legislatif mulai dari tingkat DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan pemilihan presiden dan wakil presiden, jadi banyak proses yang akan dilalui, jika kita sudah pemecahan TPS seperti ini maka anggota KPPS tidak kewalahan bekerja karena tentu banyak yang akan dihitung," pungkasnya. (akh)