Senin, 23 September 2019


Polisi Tangkap DPO Pencurian Alat Berat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 329
Polisi Tangkap DPO Pencurian Alat Berat

DPO

SEKADAU, SP - Satuan Reskrim Polres Sekadau telah mengamankan seorang pria berinisial SE (22) yang diduga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas dugaan kasus tindak pidana pencurian komponen alat berat. 

Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Ginting mengungkapkan, kasus tindak pidana pencurian alat berat milik PT SML Barat dan PT SML Timur desa Tapang Tingan Kecamatan Nanga Taman tersebut telah ditangani pihak kepolisian sejak tahun 2016 lalu.

"Yang bersangkutan sudah lama dalam pengawasan sesuai pengembangan kasusnya yang telah kami tangani, dan setelah dilakukan interogasi, SE juga sudah  mengakui tindakannya," kata Iptu Ginting, Senin (27/8).

Ginting membeberkan krononogi penangkapan bermula adanya informasi tentang keberadaan SE di Kabupaten Sekadau. 

"Sejak Jumat (24/8) lalu petugas melakukan pengintaian terhadap keberadaan dan gerak gerik pelaku," tambahnya. 

Petugas, kata dia, berhasil mengamankan SE pada Minggu (26/8) pukul 12.30 WIB, di rumah  kontrakan kekasihnya yang berlokasi di Desa Sungai Ringin kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau.

"Kasus ini masih akan kita kembangkan lebih lanjut, pelaku sudah ditahan di rutan Mapolres Sekadau, untuk selanjutnya kita akan lakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Sekadau," tuturnya. 

Semenatara Aktivis Pemuda Sekadau, Abang Rudi Hartono mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah penindakan terhadap kasus pencurian di Sekadau. 

"Karena baru-baru ini memang banyak kasus pencurian dan penipuan sehingga mengakibatkan kerugian di masyarakat sendiri, nah ini tentu harus ditelusuri oleh pihak kepolisian, dan saat ini sudah ada DPO yang tertangkap tentu kita apresiasi pihak Polres Sekadau," ujarnya. 

Menurutnya, Polres Sekadau mesti lebih sigap lagi, terutama mengenai kasua-kasus yang belum diselesaikan, dan juga dalam hal penanganan kasus ini harus melibatkan masyarakat. 

"Kami berharap adanya pengungkapan kasus-kasus berikutnya, agar penuntasan terhadap tindakan pidana maupun perdata di sekadau bisa terus di eksekusi," pungkasnya. (akh/jek)