Senin, 23 September 2019


Progres Pembangunan Jalan Kumpang Ilong Lambat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 363
Progres Pembangunan Jalan Kumpang Ilong Lambat

Ilustrasi. (Net)

SEKADAU SP - Ketua Komisi 2 DPRD Sekadau, Musa mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi proyek yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  Kabupaten Sekadau, guna melihat sejauh mana progres pekerjaan fisik, serta menginventarisir masalah-masalah di lapangan.

Musa mengatakan, salah satu persoalan yang ditemui Komisi 2 DPRD Sekadau, yakni soal progres pengerjaan Jalan Kumpang Ilong-Balai Sepuak yang belum sesuai harapan.

"Kita melihat progresnya lambat. Kita berharap, anggaran yang sudah dialokasikan dapat terserap dengan baik. Apalagi proyek itu menggunakan dana DAK, jika tidak terserap akan ditarik pemerintah pusat dan bisa dipotong tahun berikutnya," kata Musa.

Anggota Komisi 2 DPRD Sekadau, Subandrio menginginkan setiap anggaran yang sudah dikucurkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Diharapkan semua dana yang masuk dapat dieksekusi. Supaya visi misi maju, mandiri dan berdaya saing tidak sekedar slogan, khususnya untuk infrastruktur di wilayah 3 Belitang," harap Subandrio.

Ia juga menekankan agar pembangunan berpedoman pada prinsip pemerataan, bukan orientasi keuntungan

"Yang di belakang bukit perlu kita bangun, yang bawa badan saja susah, apalagi material. Jangan hanya di kota saja yang serba mudah," pinta legislator Nasdem.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Akhmad Suryadi mengatakan, untuk Jalan Kumpang Ilong-Balai Sepuak, diakuinya  progresnya memang lambat. Namun, hal tersebut dikarenakan berbagai persoalan sosial.

"Terutama masalah angkutan sawit. Banyak spot-spot yang mengalami kerusakan, saya minta pelaksana perbaiki yang rusak dulu. Totalnya ada 34 titik. Awalnya pekerjaan hot mix direncanakan 5 kilometer, namun karena banyak untuk perbaikan yang rusak akhirnya dikurangi menjadi 3,6 kilometer," jelas Akhmad.

Namun, ia menegaskan akan memberi waktu kepada pihak pelaksana hingga awal September untuk mengejar progres teknis mencapai 15 persen.

"Jika tidak tercapai akan kita kenakan peringatan pertama," kata dia. (akh/jek)