Truk Bermuatan Bahan Sembako Tercebur ke Sungai Kapuas

Sekadau

Editor Mul Dibaca : 284

Truk Bermuatan Bahan Sembako Tercebur ke Sungai Kapuas
TERCEBUR - Truk bermuatan sembako tercebur di Sungai Kapuas saat masuk ke dalam kapal penyeberangan di Sungai Asam Sekadau, Sabtu (5/1). IST
SEKADAU,  SP - Sebuah dump truk bermuatan sembako tercebur ke Sungai Kapuas saat hendak memasuki kapal feri penyeberangan Sungai Asam Desa Sungai Ayak I, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Sabtu (5/1).  

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.  

"Pada saat truk mundur untuk naik ke kapal feri, ban belakang sebelah kanan keluar dari badan jalan, dan makin merosot. Dan truk tidak mampu naik ke badan jalan, dan mundur ke arah sungai hingga tenggelam ke dasar sungai," ujar Anggon kepada awak media.   

Sopir truk, kata dia, berhasil keluar setelah masyarakat sekitar yang berada di ponton membantu.  

"Warga juga membantu menaikkan barang muatan sembako yang ada di dalam truk," katanya.  

Adapun indentitas sopir truk yang berhasil selamat dari peristiwa tersebut, yakni Panel P. Manurung (52), warga Perumnas IV, Jalan  Sungai Mendalam 1 No 41 RT/RW 001/007 Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR).  

Untuk evakuasi truk tersebut, kata Anggon,  akan dilakukan sore atau malam hari, dikarenakan pihak feri saat ini masih melakukan aktivitas penyeberangan.  

"Melihat kondisi yang ada di lapangan, dugaan kita saat ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian atas kejadian ini ditaksir sekitar Rp100 Juta," kata Anggon.  

Sopir truk, Manurung mengatakan, dirinya mengikuti arahan dari petugas kapal feri.

"Saya tadi disuruh masuk mundur. Saya bawa muatan 8 ton sembako dari Pontianak dengan tujuan Pasar Sungai Ayak. Saya sudah bilang sama petugasnya, masuk depan saja, kepala duluan tapi petugas ngotot suruh mundur. Muatan 8 ton turunan seperti itu, kiri kanan dekat pintu masuk feri tidak ada pagar sangat berbahaya," ungkap Manurung.  

Manurung melanjutkan, saat injak rem dalam keadaan bermuatan, maka tidak bisa langsung pakem. Ia lalu panik memikirkan posisi truk.  

Ia terpaksa banting ke kanan lalu truk tercebur ke Sungai Kapuas. Panik, ia masih sempat mencari celah keluar dari dalam truk.  

"Truk saya bernopol KB 9018 AN, sudah sering ke Sungai Ayak, biasanya naik ponton tidak pernah ada masalah seperti ini, dan naik feri baru kali ini. Tidak percaya saya disuruh mundur, silahkan buka CCTV pada feri penyeberangan itu,” tutupnya dengan nada ngos-ngosan.  

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak ASDP yang bertugas di feri penyeberangan itu belum bisa dihubungi.  

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau saat dikonfirmasi belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Bupati Sekadau, Rupinus didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria dan pihak PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sekadau meninjau penyeberangan Sungai Asam–Sunyat, Rabu (2/1) kemarin.  

“Kami melihat memang lalu lintas pengguna jasa penyeberangan ramai dan tanggapan masyarakat juga bagus,” ujar Rupinus disela-sela meninjau penyeberangan.  

Rupinus mengungkapkan, peninjauan itu dilakukan untuk melihat fasilitas yang ada. Untuk tahap awal, kata dia, fasilitas yang ada cukup memadai. Namun, secara perlahan dan bertahap apa yang dirasa masih kurang akan terus dibenahi.  

“Tapi dengan ini juga sudah cukup bagus. Terima kasih kepada ASDP yang sudah beroperasi disini (Sungai Asam–Sunyat),” ucapnya.  

Rupinus berharap, kegiatan aktivitas sehari-hari dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan bisa berjalan dengan baik. Ia mengatakan, secara bertahap hal itu juga akan disosialisasikan kepada masyarakat.  

“Secara umum tanggapan masyarakat bagus. Ada yang minta ditambah dua kapalnya. Nanti akan dilihat, banyak tidaknya pengguna jasa penyeberangan dan ini akan terus dibenahani,” ungkap Rupinus.  

Beroperasinya penyeberangan tersebut tentunya pemerintah daerah memiliki tanggungjawab, seperti memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengguna jasa penyeberangan. Terlebih, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.  

“Sekarang penyeberangan layak sudah disiapkan. Tinggal masyarakat siap tidak menerimanya,” tambah Rupinus.  

Rupinus menegaskan, pemerintah terus berusaha dan berupaya untuk menyiapkan fasilitas yang aman dan terjamin. Bahkan, adanya asuransi. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan serta perlindungan kepada masyarakat.  

“Kita tidak tahu akan hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Tapi pemerintah memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Kepada masyarakat silahkan pergunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.  (akh/bob)