Mengenal Tarian Ngajat Lesong Mualang Sekadau

Sekadau

Editor Admin Dibaca : 401

Mengenal Tarian Ngajat Lesong Mualang Sekadau
Tarian Ngajat Lesong Mualang (Istimewa)
SEKADAU, SP - Sanggar Lesung Menuah yang berada di Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau belum lama ini bersama Disporapar Kabupaten Sekadau mengambil rekaman Tarian Ngajat Lesong Mualang di Kampung Mengeris, Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau.
   
"Tarian ini belajarnya kalau ditekuni bisa 3 minggu saja, murni tarian dengan tekhnik tarian umumnya, bukan menggunakan trik magic atau menggunakan mantra, jadi jangan heran kenapa penari bisa menggigit lesung seberat 20’an kilogram itu semua murni karena latihan," ungkap Ketua Sanggar Lesung Menuah Robby Sugara.
   
Robie Mudan, begitu nama itu dikenal kalangan anak-anak muda menambahkan, pak Lasarus yang mengajarkan tarian tersebut. "Beliau belajar dengan seorang tua di SP V Melanjan yang sekarang desa persiapan Melanjan Raya, dan dari almarhum pak Laja yang dikenal dengan Laja Lesong tarian itu didapat, tarian ini memang sebuah tarian yang turun temurun diajarkan, jadi siapa penciptanya tentu nenek moyang orang Mualang," kata dia.
   
"Disporapar Kabupaten Sekadau bekerjaasma dengan Sanggar Lesung Menuah, melakukan perekaman Tari Lesong, atau Ngajat Lesong Mualang, sebagai aset budaya tak benda Kabupaten Sekadau, khususnya aset budaya Mualang. Dimana tari Lesong ini adalah tarian yang langka dan hampir, jelas tidak pernah terlihat lagi di zaman modern pada saat ini. Keinginan inilah yang melatarbekangi kami untuk melakukan perekaman tarian ini," jelasnya.
   
Bapak satu anak itu mengatakan lebih lanjut, proses tarian ini dilakukan secara tradisional dengan prosesi lengkap, yaitu bedarak. Bedarak itu dilakukan oleh tetua di SP Dua mMboh pPrmai, dalam hal ini kakek lugu. Jumlah penari 4 orang wanita, sebagai pengiring tari, serta satu orang penari lelaki, yang berperan penuh mengigit lesung dan dua orang penabuh, atau pemain musik, yakni alat musik tawak dan entebong.
   
"Lesong atau lesung yang digunakan adalah yang masih bisa untuk bekerja sehari-hari, seperti menumbuk padi atau lainnya. Sampai sekarang di sanggar cuma dua orang saja yang bisa tarian lesung ini. Keinginan kami supaya tari Lesong ini dapat dikenal oleh anak cucu kelak, masyrakat luas bahkan kalau bisa sampai ke mancanegara, supaya tarian ini tidak akan hilang begitu saja karena pengaruh dunia yang semakin canggih," tutupnya.
   
Sementara itu, Kadisporapar Kabupaten Sekadau, Paulus Misi mengatakan pihaknya ingin menggali tari Lesong Mualang, sebagai HAKI.
   
"Mohon dukungan, semoga bermakna bermanfaat,untuk generasi dan aset kabupaten," pungkasnya. (antara)