Selasa, 17 September 2019


Jaga Situasi Aman dan Nyaman Selama Ramadan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 93
Jaga Situasi Aman dan Nyaman Selama Ramadan

PETASAN- Seorang pedangang tampak menjual petasan dan mercon. Polres Sekadau melalui Kasat Binmas mengajak masyarakat untuk tidak bermain petasan selama ramadan berlangsung.

Bulan Ramadan sejatinya adalah bulan sukacita bagi umat muslim di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bulan yang datang setahun sekali ini adalah memontum untuk lebih meningkatkan semangat dalam beribadah kepada Allah SWT.

Di Indonesia sendiri setiap masyarakat memiliki cara yang unik dalam menyambut ramadan, hampir setiap daerah memiliki kebiasaan sendiri-sendiri mulai dari meyembelih hewan dalam jumlah banyak lalu dagingnya dijual murah, mandi langer dan lain-lain.

Khusus di Kalimantan Barat ada tradisi unik bagi kalangan anak muda dan dewasa yakni menyulut meriam. Aktivitas ini biasa dilakukan di kampung-kampung untuk membangunkan orang sahur, meriam juga biasa terbuat dari bambu betung berukuran besar. Ada juga yang membuat meriam karbit seperti yang umum dilakukan di kota Pontianak.

Seiring waktu berlalu,  ulai hadir mercon dan petasan yang juga sangat digemari anak-anak selama ramadan, teka heran penjualan barang ini meningkat. Namun beberapa tahun belakangan aktivitas memainkan mercon dan petasan mulai berkurang lantaran intensifnya aparat kepolisian dan Pol PP melakukan razia.

Hal ini juga singkron dengan pernyataan Kasat Binmas Polres Sekadau, IPTU Masdar, Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif pada bulan suci Ramadan serta Idul Fitri 1440 Hijriah. 

Masdar mengatakan, petasan atau mercon termasuk bahan peledak yang dapat menimbulkan kerugian moril maupun materil. Ia menambahkan, menyalakan petasan atau mercon dapat mengganggu kekhusyukan dalam beribadah. 

"Perbuatan tersebut juga merupakan perbuatan mubazir dan lebih besar mudharatnya," ujar Masdar, Kamis (9/5). 

Masdar juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor. Ia mengingatkan, agar kendaraan terkunci ganda saat terparkir di rumah maupun lokasi keramaian. 

"Waspada kejahatan dengan modus penipuan, copet, jamber, pemalakan atau pengancaman di kendaraan umum dan hipnotis. Disarankan untuk tidak memakai perhiasan atau barang berharga yang berlebihan," imbaunya. 

Selain itu, Masdar juga meminta masyarakat saat meninggalkan rumah pastikan dalam kondisi aman, terkunci dengan baik. Hal ini untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran lalu lintas dan perbuatan melanggar hukum lainnya. 

"Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda hendaknya lebih meningkatkan peran serta masyarakat untuk menciptakan sitkamtibmas yang kondusif pada bulan ramadan danidul fitri 1440 hijriah," pungkasnya. (akh/nak)