Senin, 23 September 2019


Tuggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Sekadau Capai 1 M

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 186
Tuggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Sekadau Capai 1 M

RAZIA- Sejumlah petugas Kepolisian tampak melakukan razia kendaraan bermotor. Di Sekadau tunggakan pajak kendaraan bermotor tahun 2018 mencapai 1 miliar rupiah.

SEKADAU,  SP - Saat ini, memasuki triwulan kedua tahun 2019, tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sekadau mencapai Rp1.067.995.500 miliar, pajak tertunggak merupakan kewajiban tahun 2018 yang belum dibayar oleh pemilik kendaraan atau wajib pajak dan tunggakan berjalan pada 2019. 

Hal ini diungkapkan Kepala UPT PPD Wilayah Sekadau, Sumastrio, ia menjelaskan,  bahwa penyumbang tunggakan pajak terbesar salah satunya adalah roda dua. 

"Kendaraan roda dua penyumbang terbanyak dengan jumlah tunggakan Rp538.274.800, roda empat menunggak pajak Rp529.720.7009,” ujarnya, Senin (13/5).

Sedangkan dari rincian dari tunggakan pajak di atas meliputi plat merah Rp17.901.600, plat hitam Rp. 1.050.039.500 dan plat kuning Rp54.400," lanjutnya lagi.

Jika dibandingkan, kata dia, dari bulan yang sama pada periode tahun 2018 lalu tunggakan pajak kendaraan mengalami penurunan 2 Milyar lebih. Terkait pencapaian pelunasan pajak kendaraan bermotor di Sekadau hingga bulan Mei 2019 mencapai 34,82 % dengan jumlah Rp. 10.301.465.900. 

"Hingga akhir tahun kita optimis mencapai target pembayaran pajak di Sekadau sebesar  100%," yakinnya.

Dikatakan dia, terkait kendala,  dirinya melihat kondisi saat ini ada berbagai kendala pemilik kendaraan dalam melunasi pajak kendaraan. 

"Seperti sudah mutasi ke wilayah lain, kondisi jalan di kecamatan yang membuat pemilik kendaraan timbul keengganan melunasi pajak kendaraan, tapi UPT PPD wilayah Sekadau telah membuka samsat corner di setiap kecamatan, bahkan di  kantor pemkab Sekadau ada, saya heran juga kenapa sampai ada tunggakan kendaraan plat mera,” sebutnya. 

Sementara itu,  warga Sekadau, Andi (35) mengatakan,  dirinya mengakui belum membayar pajak motornya, hal itu dikarenakan dirinya belum sempat mendatangi kantor Samsat. 

"Saya belum bayar pajak,  karena belum sempat ke kantornya. Karena kesibukan kerja, sampai-sampai saya menunggak satu tahun,” kata Andi. 

Dengan kejadian pajak kendaraan bermotor penyumbang pajak terbesar, maka dari itu, kata dia, dirinya akan membayar secepatnya walaupun ada sanksi tunggakan.  "mungkin dalam minggu ini saya bayar tunggakan motor saya,"singkatnya 

Budi warga Sekadau lainnya,  mengatakan, dirinya berharap pajak tersebut bisa cepat terserap, karena akan berdampak pada pembangunan daerah. 

"Saya harap masyarakat bisa cepat membayar pajak,  dan pihak samsat juga dalam rangka meningkatkan perpajakan bisa terus melakukan kerjasama dengan instansi terkait seperti polri, Pemkab dan instansi vertikal dalam hal efek dari pajak tersebut bisa cepat teralisasi," paparnya. 

Budi mengakui, dirinya telah membayar pajak kendaraan motor dan mobilnya dengan tepat waktu. karena kata dia, pajak merupakan kewajiban sebagai warga negara yang baik. 

"Karena uangnya untuk pembangunan daerah kita, khususnya jalan dan jembatan di wilayah yang terpencil dan terdalam harus dapat jatah pembangunan agar masyarakat disana aksesnya lancar,” "pungkasnya. (akh/nak)