Selasa, 17 September 2019


Produk Kadarluarsa Masih Beredar di Sekadau

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 76
Produk Kadarluarsa Masih Beredar di Sekadau

PERIKASA- Tim satpol PP, BPOM Sanggau saat menyisir dan memeriksa minimarket di kota sekadau.

SEKADAU, SP – Sejumlah toko dan minimarket serta pasar juadah yang ada di Sekadau disisir oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Sanggau. Penyisiran tersebut dilakukan untuk mengintensifikasi pangan, yakni berupa pengawasan ke sarana distribusi pangan.

Plh Kepala Loka POM Sanggau, Marry Oktovina Dameria menuturkan, pihaknya melakukan intensifikasi pangan berupa pengawasan di wilayah Sekadau dimulai 14–15 Mei. Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah melaksanakan pengecekan di Simpang Empat Kayu Lapis. Hasilnya ditemukan sejumlah produk yang sudah kadaluarsa.

“Di Simpang Empat Kayu Lapis, disana ditemukan sebanyak 29 item (kadaluarsa, red) dan perlakuannya dimusnahkan oleh pemilik,” ujarnya, disela-sela pengecekan di Pasar Sekadau, Rabu (15/5).

Marry mengatakan, ditemukan pangan-pangan yang expired dan tidak layak konsumsi. Selanjutnya, kata dia, pihaknya juga melakukan pengawasan takjil di Pasar Juadah kawasan Pasar Sekadau.

“Kami mendapatkan tiga puluh lima sampel pangan yang kami tes bahan berbahaya uji ditempat. Hasilnya negatif. Jadi, aman dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Kemudian, kata Marry, pihak kembali melakukan intensifikasi pangan di sekitar wilayah ibukota Kabupaten Sekadau. Pihaknya, kata dia, sudah menyasar beberapa sarana dan ditemukan makanan-makanan yang sudah kadaluarsa dan tidak layak konsumsi.

“Kami juga melakukan pembinaan kepada pelaku usaha atau pemilik, supaya lebih sering lagi memeriksa agar makanan tidak lewat kadaluarsa. Hari ini (kemarin, red) kami temukan sekitar dua puluh empat item dan semua dimusnahkan ditempat,” ucapnya.

Marry menjelaskan, selain produk kadaluarsa juga didapati beberapa makananyang tanpa izin edar. Pihaknya, kata dia, juga menginformasikan kepada pemilik usaha untuk memeriksa nomor izin edar.

“Supaya betul-betul terdaftar di Badan POM melalui aplikasi cek bpom. Supaya mereka juga paham dan bisa mandiri untuk menerima atau menolak suatu produk pangan yang ditawarkan,” jelasnya.

Ditemukannya barang-barang kadaluarsa itu lantaran pedagang tidak rutin melakukan pengecekan. Bahkan, beberapa produk ditemukan sudah beberapa tahun kadaluarsa dan tentu membahayakan jika terkonsumsi.

“Karena bisa saja menyebabkan keracunan terutama makanan-makanan besar kemungkinan dikonsumsi oleh anak-anak,” kata dia.

Selain itu, tidak secara rutin dicek sehingga makanan-makanan yang penyimpanannya tidak mendahulukan barnag yang kadaluarsa duluan. Misalnya, jika ada barang baru diletakan diatas. Sehingga, barang yang lama tersimpan dibawah dan lama tidak terlihat.

“Jadi, sudah kadaluarsa. Tidak dipantau secara rutin,” beber Marry.

Marry mengimbau, konsumen yakni sebagai pemakai akhir agar memperhatikan kemasan. Jangan sampai, kata dia, membeli kemasan yang rusak, penyok, robek. Sebab, produk tersebut sudah tidak aman dikonsumsi.

Selain itu, konsumen harus memperhatikan aturan pemakaian atau aturan penandaan. Jika produk yang harus disimpan dingin, maka harus disimpan dingin dan tidak pada suhu biasa. Produk disimpan dingin, namun disimpan pada suhu biasa tentu cepat rusak. Meski belum mencapai masa kadaluarsa.

“Kemudian untuk izin edar harus dipastikan ada. Untuk pangan ada ML produk luar negeri dan MD untuk produk dalam negeri dan nomor industri rumah tangga pangan,” tambahnya.

“Perhatikan juga apakah produk sudah melewati kadaluarsanya. Kalau memang sudah melewati sangat membahayakan bagi kesehatan jika terkonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya. (akh/nak)