PUPR Sekadau Beri Pelatihan Kepada 52 Tenaga Teknis

Sekadau

Editor elgiants Dibaca : 91

PUPR Sekadau Beri Pelatihan Kepada 52 Tenaga Teknis
PELATIHAN- Sebanyak 52 orang peserta pelatihan tenaga teknia konstruksi di kabupaten yang akan mendapatkaj sertifikasi teknis yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Sekadau di aula SMK Amaliyah Sekadau.
SEKADAU,  SP - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  Kabupaten Sekadau menggelar pelatihan teknis kepada 52 Peserta tenaga Teknis administrasi proyek, di aula SMK Amaliyah Sekadau, Kamis (16/5). 

Kepala dinas PUPR kabupaten Sekadau, Ahkmad Suryadi yang secara resmi membuka kegiatan pelatihan Administrasi Proyek kepada pelaksana jasa Konstruksi. Ia mengatakan, kegiatan pelatihan gelombang kedua diikuti sebanyak 52 peserta yang terdiri dari direktur dan tenaga Administraai pelaksana jasa konstruksi yang berlansung selama 4 hari yaitu dari 13 sampai 16 Mei 2019.

"Saya ucapkan terimakasih kepada panitia pelaksana  yang sudah  melibatkan asosiasi konstruksi sebagai peserta sebanyak 52 orabg, ini dengan tujuan dapat megingkatkan sumber daya manusia pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Sekadau, "ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat diikut oleh seluruh pelaksana jasa konstruksi yang ada meningkatan SDM, karena sangat di butuhkan karena dalam pelaksanaan selama ini pembuatan ADM proyek selalu di bantu oleh konsultan. 

"Kita berharap kedepan pelaku jasa konstruksi paham terhadap pembuatan pelaporan ADM,"kata Ahkmad Suryadi.

Para peserta pelatihan Administrasi Proyek di berikan materi pelatihan berupa SOP pengajuan Uang Muka, SOP pengajuan termin maupun SOP pengajuan pencairan 100 persen.

Selain itu, peserta juga di bekali materi pembuatan laporan pelaksanaan proyek secara berjenjang mulai dari laporan harian,mingguan dan bulanan serta backup data MC.

"Para pelaku jasa konstruksi bisa memahami sistem pelaporan kegiatan konstruksi. Agar ketergantungan terhadap orang lain (Konsultan) dapat  kita kurangi. Jika para pelaku jasa konstruksi masih belum memahami sepenuhnya, kami siap membantu,” imbuhnya.

“Pelatihan ini masih bersifat lokal,namun kita akan mengajukan permohonan kepada Kementrian tehknis untuk memberikan kewenangan kepada dinas tehknis supaya dapat mengeluarkan sertifikat,"pungkas Ahkmad Suryadi. (akh/nak)