Selasa, 17 September 2019


DKP3 Sekadau Bentuk Forum Sawit Berkelanjutan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 115
DKP3 Sekadau Bentuk Forum Sawit Berkelanjutan

FOTO BERSAMA - Kepala DKP3 Sekadau saat berfoto bersama oada acara pembentuk foruk sawit berkelanjutan di aula kantor DKP3.

SEKADAU,  SP - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan (KP3) Kabupaten Sekadau, Sande membuka kegiatan Pembentukan Forum Sawit Berkelanjutan Kabupaten Sekadau (FSBKS) bertempat di Aula Kantor Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (21/5). 

Pada acara pembukaan, Sande menyebutkan, bahwa berdasarkan data BPS tahun 2017, sektor perkebunan memiliki peran strategis yang ditunjukan dengan nilai PDRB mencapai 1,55 triliun rupiah dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan menyumbang 29,20 persen dari total PDRB Kabupaten Sekadau.

Dari data yang ada sambung Sande, produktifitas kebun swadaya masih sangat rendah yaitu, hanya mampu memproduksi 2.597 Kg/Ha CPO/tahun jauh dibawah produksi nasional yang mencapai 4.000 Kg/Ha CPO/tahun. 

Rendahnya produktifitas kebun swadaya antara lain disebabkan karena petani belum menerapkan pola budi daya yang baik dan benar (Good Agriculture Practise/GAP) serta pengunaan benih yang tidak memenuhi standar sertifikasi. 

“Untuk memberikan kesejahteraan kepada petani, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, telah menerbitkan Pergub Nomor 63 Tahun 2018, dimana Pemerintah memberikan perlindungan dan kepastian harga kepada petani/pekebun,” jelas Sandae kepada awak media. 

Sande menyadari, untuk mencapai pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan persoalan mudah, ini memerlukan pendekatan multistakeholder guna mendefinisikan dan mengatasi akar masalah yang membatasi sektor ini. 

Sebagai informasinya lanjut Sande, saat ini pemerintah Indonesia dan Malaysia melakukan kerja sama untuk mengolah CPO menjadi biodiesel dengan kwalitas tinggi sehingga, mampu menghemat import BBM mencapai 9.2 miliar dan mengalami peningkatan hingga 5 persen per tahun.

Ia berharap forum ini dapat menjadi wadah bersama pemerintah daerah Kabupaten Sekadau bersama stakeholder lainnya dalam mengkoodinasikan upaya pembangunan sawit berkelanjutan serta wadah untuk mencari solusi bersama. 

Ditempat yang sama, Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Nasional, Maunsetus Aslu Hanu mengatakan, dirinya mendorong forum Sawit berkelanjutan di Kabupaten Sekadau. Dengan harapan agar Pemerintah Daerah bisa mengkoordinir semua pihak-pihak yang berkaitan dengan sawit.

“Hal itu sudah di rencanakan dengan beberapa prioritas yang akan menjadi agenda bersama untuk dikerjakan diantaranya, petani di Kabupaten Sekadau dapat memiliki legalitas, petani memiliki kelembagaan, penguatan SDM petani, akses market TBS petani, kemitraan yang adil dan mewujudkan praktek konservasi dikebun sawit,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi dan meminta kepada dinas perkebunan untuk sesegera mungkin menindaklanjuti dengan serius agenda-agenda yang telah di usulkan untuk dibuat dalam Peraturan Bupati (Perbub) Kabupaten Sekadau tentang sawit berkelanjutan. 

Kegiatan ini, diikuti sejumlah pimpinan perusahaan kelapa sawit serta pengurus KUD yang ada di Kabupaten Sekadau. (akh/nak)