Selasa, 17 September 2019


Lampu Hias Warnai Semarak Bulan Suci Ramadhan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 77
Lampu Hias Warnai Semarak Bulan Suci Ramadhan

KREATIVITAS - Gusti M Yani berpose tepat disamping hasil karya ukirannya membuat lampu hias bermotif arab dan melayu serta minimalis.

Kreatifitas merupakan proses pemikiran aktif saat melihat potensi yang ada untuk dijadikan sebuah karya berdaya cipta.  Hal itu tampak pada aktivitas komunitas yang ada di Kabupaten Sekadau,  yakni gagasan untuk memanfaatkan sebuah barang bekas menjadi barang yang bernilai jual tinggi.  

Hal itulah yang tampak saat Suara Pemred menyambangi di kediaman Gusti M Yani di Kota Sekadau, tepat di Jalan Merdeka RT 001/RW 001 Dusun Pasar Hilir Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir.  

Gusti M Yani merupakan salah satu tokoh Melayu Sekadau yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Persatuan Orang Melayu atau disingkat POM Sekadau.  Ide kreatifitas ini ia cetuskan pada saat sebelum memasuki bulan suci Ramadan. 

Untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini, ia berniat untuk membuat kaligrafi arab dan motif Melayu serta jenis-jenis kerajinan tangan lainnya yang bisa dipromosikan. 

"Awalnya inspirasi datang dari melihat barang bekas dirumah yang kurang dimanfaatkan seperti paralon, tempat air minum berbahan atom, tutup toples, rumah lampu dan bahan atom lainnya, daripada bahan-bahan ini berserakan saya langsung berpikir bagaimana bisa memanfaatkan barang bekas ini menjadi barang yang ada nilai ekonominya," ujar Yani kepada Suara Pemred, Rabu (22/5).

Olahan kerajinan tersebut, kata Yani sapaan akrabnya, dijadikan Lampu hias minimalis dari bahan-bahan bekas tersebut. "Kita buat lampu hias,  kemudian lampu tersebut ada jenisnya seperti motif kaligrafi, minimalis dan logo organisasi khususnya di POM. Saat ini saya telah membuat tujuh lampu hias, dan kreatifitas tersebut sudah berjalan tiga minggu,"ungkapnya.  

Mengenai roses pembuatan, Yani mengungkapkan, bahwa untuk membuat lampu hias tersebut memakan waktu satu hari, dan pembuatan juga secara manual tanpa menggunakan mesin yang canggih.

"Saat ini kita masih menggunakan tenaga tangan untuk menggambar motif teraebut dan pada saat proses pembuatan sangat membutuhkan pemikiran yang tenang, harus sabar dan memerlukan konsentrasi tinggi dan inovasi untuk membuat motif-motif tersebut,"paparnya. 

Mengenai promosi dan nilai jual,  yani menyebutkan, belum mempromosikan secara massal,  karena tenaga dan bahan pembuatan terbatas, sehingga promosi hanya untuk di kalangan kawan dekat saja. 

"Kalau sudah menungkinkan untuk promosi massal kita akan menggunakan alat dan penambahan tenaga kerja,  jadi ini merupakan home industri kecil, adapun pemesanan sesuai permintaan juga kita layani, tetapi secara massal belum kearah situ,"ucap dia. 

Apalagi lanjutnya, saat ini memang ada beberapa orang yang sudah memesan, dan bahkan ada meminta dibuatkan motif-motif yang diinginkan pelanggan. "Pada bulan suci ramadan saya akan membuat motif kaligrafi yang akan dipromosikan ke masyarakat, harapan kedepan, saya berkomitmen untuk mempromosikan hasil karyanya kepada masyarakat Sekadau bahkan kalbar,dan insyaallah akan ada kreatifitas lainnya yang berbahan sama untuk membuat celengan, tempat pensil dan pulpen,  aquarium mini, rak dinding dan kreatifitas lainnya," tutp Yani.  (akhmal setiadi musran)