Warga Sepantak Keluhkan Jalan Longsor

Sekadau

Editor elgiants Dibaca : 38

Warga Sepantak Keluhkan Jalan Longsor
LONGSOR - Jalan Encik Alif Dusun Sepantak Desa sungai Ayak 2 Kecamatan Belitang Hilir yang dalam kondisi Longsor hingga kedalaman dua meter dari bibir pantai. Ist
SEKADAU, SP – Penurunan tanah terjadi di Jalan Encik Alif, Dusun Tanjung, Desa Persiapan Spantak, Kecamatan Belitang Hilir beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut tentunya sangat menggangu aktivitas masyarakat yang melintasi kawasan tersebut. Hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak Pemerintah Desa mapun Pemkab Sekadau. 

Hal itu disampaikan warga Sungai Ayak 2, Suwis. Warga kata Suwis sagat menyayangkan belum adanya perhatian pemerintah, sementara akses jalan satu-satunya yang menghubungkan dua dusun diwilayah itu hanya jalan yang mengalami penurunan tersebut.

Jalan ini sendiri hampir amblas terjun ke dasar sungai akibat gerusan air sungai kapuas yang semakin hari semakin membuat tanah terus mengalami penurunan hingga ke badan jalan.

 "Hingga saat ini belum ada perbaikan terhadap jalan tersebut dari pemerintah,  namun dari warga setempat sudah melakukan gotong royong memperbaiki hanya lantai jalan agar bisa dilalui warga baik pejalan kaki maupun motor,"ujarnya kepada Suara Pemred,  Selasa (21/5). 

Gotong royong yang dilakukan,  kata dia,  tidak membuat akses jalan yang longsor tersebut aman, karena musim penghujan dan kondisi tanah sangat rentan tergerus. 

"Jadi kami dari warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten tentang jalan ini,  karena jalan ini adalah jalan satu-satunya yang dilalui warga. Kami meminta adanya pembuatan bronjong dan pemasangan kayu,  agar tanah tidak terjadi longsor lanjutan,"harapnya. 

Dikhawatirkan dia,  jika tidak tertangani dengan cepat, akan memakan korban jiwa. "Kalau tidak cepat di bendung atau dipasang kayu penahan tanah maka memungkinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bahkan memakan korban jiwa,” kata Suwis. 

Sementara itu,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, ada penurunan cukup signifikan akibat pergeseran di muara sungai tepatnya di Jalan Encik Alif. Pihaknya menyarankan instansi terkait, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau untuk membuat kajian teknis.

“Apakah kejadian tersebut akibat perilaku alam. Kalau perilaku alam itu bisa dikategorikan bencana dan bisa ditangani melalui tanggap darurat,” ujar Akhmad, ditemui baru-baru ini.

Akhmad menjelaskan, jika peristiwa tersebut diakibatkan perilaku alam maka pemerintah daerah bisa melakukan penanganan sesuai kewenangananya. Dikatakannya, dana siap pakai bisa digunakan untuk menanggulangi kerusakan infrastruktur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Khusus ruas jalan itu masyarakat sangat terganggu sekali, karena penurunan cukup signifikan. Hampir satu meter,” ucapnya.

Pihaknya, kata dia, juga menginstruksikan kepada Kecamatan untuk melakukan penanganan darurat. Jika memang ada alternatif jalan lain, masyarakat disarankan untuk melewati jalur alternatif. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kalau ada alternatif jalan lain, itu yang kami sarankan untuk dialihkan ke situ untuk menggangulangi lalu lintas orang dan barang,” katanya. (akh/nak)   

Cepat  Tanggap

Anggota DPRD Sekadau, Yodi Setiawan angkat bicara terkait kondisi jalan Encik Alif, Dusun Tanjung, Desa Persiapan Spantak, Kecamatan Belitang Hilir. Ia mendesak agar dinas PU Kabupaten Sekadau bisa menangani persoalan ini secepatnya.

"Kita harapkan PU cepat tanggap dalam hal ini,  karena jalan ini merupakan jalur penting bagi warga Sepantak,  jadi harus cepat diperbaiki," ujarnya. 

Menurutnya,  terkait masalah anggaran,  pihak PU atau BPBD ada anggaran dalam rangka penanganan masalah bencana. Terlebih jika dilihat kondisi turunnya badan jalan sebagai dampak dari gerusan air sungai kapuas yang memang dikenal deras, terutama saat musim hujan dimana air sungai biasanya tinggi.

Selain upaya cepat tanggap kata Yodi juga bisa meminimalisir segala kemungkinan, terlebih mengingat ruma-rumah warga yang memang berada tidak jauh dari jalan dan bibir sungai. Otomatis jalan tersebut sehari-hari adalah jalan yang pasti dan sering dilewati untuk berbagai aktivitas. 

"Saya rasa kendalanya tidak begitu signifikan,  karena dari sisi anggaran kan ada dana tanggap darurat.  Jadi ini kejadian alam saya rasa perlu diperbaiki dengan cepat, "tukas politisi Gerindra itu. (akh/nak)