Jembatan Amoh Roboh Diterjang Air

Sekadau

Editor elgiants Dibaca : 93

Jembatan Amoh Roboh Diterjang Air
JEMBATAN ROBOH – Warga tampak berjuang melewati puing jembatan Dusun Amoh, Desa Sebetung, Kecamatan Belitang Hulu yang roboh di terjang banjir. Akibat robohnya jembatan ini akses perekonomian menuju tiga desa di wilayah Belitang Hulu lumpuh total. Ist
SEKADAU,  SP - Jembatan Dusun Amoh, Desa Sebetung, Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau mengalami kerusakan, hal itu diakibatkan oleh derasnya aliran air pasca hujan deras sehingga fisik jembatan tersebut roboh. 

Peristiwa robonya jembatan Dusun Amoh terjadi pada hari Sabtu (8/6), sekitar pukul 05.00 WIB. Atas kejadian itu,  akses jalan ke Desa Sebetung, Desa Seburuk dan Desa Sungai Antu terhambat. Karena jalan tersebut satu-satunya yang digunakan warga dari dan menuju ke tiga desa tersebut.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (PB) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Wahyu Ardi menjelaskan,  terkait korban atau dampak dari kejadian itu memang tidak ada.

"Dalam kejadian ini tidak ada memakan korban,  namun dari sisi dampak perekonomian di Desa Sebetung, Desa Seburuk dan Desa Sungai Antu lumpuh total. Kronologisnya yaitu tingginya curah hujan dan lokasi dekat dengan sungai Belitang yang banjir, serta derasnya air sungai yang menyebabkan jembatan yang berukuran 20 meter itu roboh,"ujar Wahyu Ardi dalam rilisnya.

Selasa, (11/6) pihak BPBD sudah turun ke lokasi untuk memantau kondisi jembatan Amoh yang hampir hanyut terbawa derasnya air sungai. Adapun tim atau pihak-pihak yang hadir dalam peninjauan itu di antaranya, Abang Darmawan, Bambang Ermanto, staf kantor Camat Belitang Hulu a.n Linson Sane dan Sekdes Sebetung a.n Meliki Albert Hasibuan. 

"Langkah yang akan dilakukan, kita usahakan pembuatan jembatan darurat dengan melibatkan perusahaan perkebunan setempat,"tukasnya. 

Bupati Sekadau, Rupinus mengatakan, erkait jembatan roboh tersebut sudah sudah dilaporkan dinas teknis di tingkat Provinsi. Kendati demikian  dirinya juga meminta agar pihak perusahaan berpartisipasi memperbaiki jembatan tersebut.

Diketahui akses tersebut merupakan jalur menuju ke Balai Sebut Kabupaten Sanggau. Masyarakat kerap melintasi wilayah tersebut untuk akses transportasi. Meski di sebelahnya ada jembatan gantung, namun kondisinya tidak terpelihara dengan baik.

"Kita minta penanganan segera dari pihak perusahaan. Pemerintah daerah tentunya akan menyampaikan kepada pemerintah provinsi," kata Rupinus.

Sementara itu  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi berharap  penanganan bisa dilakukan melalui dana tak terduga. Sehingga percepatan penanganan bisa dilakukan.

Ia mengatakan, pada 2020 jembatan tersebut akan menjadi prioritas pembangunan. Jembatan yang roboh tersebut merupakan jembatan login perusahaan. Keberadaan jembatan login yang panjang sekitar 40-an meter dan dapat dilalui kendaraan besar roda empat.

"Besok akan mengirimkan tim teknik bersama BPBD untuk meninjau langsung di lapangan. Setelah itu,pihaknya akan melakukan evaluasi kembali," katanya. (akh/nak) 

Tanggungjawab Pemerintah

Anggota DPRD Sekadau Liri Muri mengatakan,  Pemkab Sekadau jangan sepenuhnya berharap ke perusahaan untuk membangun atau memperbaiki jembatan tersebut,  karena ini jalan Kabupaten maka wajib dibangun oleh APBD. 

"Pemerintah jangan hanya bisa berharap perusahaan yang bertanggung jawab, karena jembatan tersebut harus segera di bangun. Sepenuhnya tanggungjawab pemerintah," ujarnya kepada Suara Pemred,  Selasa (11/6).

Apalagi,  kata politisi Hanura ini, jembatan tersebut sangat diperlukan oleh warga setempat terutama jalur tempuh dan transportasi.  

Apabila jembatan tersebut lamban di tangani maka tentu akan berdampak sangat luas bagi tiga desa yang akses utamanya menggunakan jembatan Amoh yakni, Desa Sebetung, Desa Seburuk dan Desa Sungai Antu.

Lantaran jembatan ini penting bagi ke tiga desa tersebut, maka jika dibiarkan kata Liri Muri nasib perekonomin masyarakat di tiga desa ini di pertaruhkan. Ini belum termasuk hal-hal lain yang juga sangat bergantung pada keberadaan jembatan Amoh sebagai akses penghubung utama, terlebih jembatan ini juga mampu menghubungkan wilayah Belitang Hulu dengan daerah Balai Sebut Kabupaten Sanggau.

"Jadi ini merupakan kebutuhan dasar,  jadi Pemerintah harus cepat tanggap membangun jembatan itu,  minimal jembatan darurat agar aktivitas masyarakat tidak terhambat,"pungkas Liri yang juga anggota DPRD Sekadau asal Belitang Hulu ini. (akh/nak)