Minggu, 22 September 2019


Pemkab Sekadau Diminta Peka Kesulitan Masyarakat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 147
Pemkab Sekadau Diminta Peka Kesulitan Masyarakat

TANDU WARGA - Sejumlah warga Desa Nanga Koman Kecamatan Nanga Taman saat membawa secara gotong royong warga yang sakit memakai tandu untuk dibawa ke Puskesmas, hal itu dilakukan karena akses jalan yang kurang memadai. Ist

SEKADAU, SP – Tersiarnya kabarnya soal adanya warga Desa Nanga Koman yang harus bergotong royong memikul warga yang sakit menuju jalan raya beberapa waktu lalu menyulut perhatian sejumlah pihak.

Sebelumnya, tokoh Pemuda Desa Nanga Koman, Sahidin mengakui upaya menandu warga yang sakit untuk mencapai jalan raya lantaran akses dari Desa Nanga Koman menuju wilayah Kenore yang terletak di pinggir jalan raya terbilang sulit.

"Hari ini kembali kami harus memikul warga yang sakit dengan tandu untuk mencapai wilayah Kenore agar bisa dibawa dengan mobil menuju Nanga Taman," ujar Sahidin, Jumat (14/6). 

Sebenarnya menurut Sahidin, jalan dari Kenore menuju Desa Nanga Koman sudah lebar, namun jalan tanah dengan banyak tanjakan terjal tersebut tidak bisa ditembus mobil umum maupun mobil ambulans saat musim hujan lantaran licin dan sangat beresiko.

Begitupun dengan kendaraan roda dua, sangat sulit lewat lantaran jalan tersebut adalah jalan dengan tanah kuning yang lengket di ban motor saat musim hujan.

"Kondisinya licin dan banyak tanjakan. Mobil tidak bisa masuk," imbuhnya.

Aktivis Pemuda Sekadau M. Fajri mengatakan, dirinya melihat persoalan ini tentu harus diperhatikan dengan serius oleh Pemkab Sekadau, karena kata dia, akses jalan atau infrastruktur jalan untuk transportasi masyarakat setempat untuk menjalankan kehidupan sosial dan ekonominya sangatlah penting. 

"Apalagi berkaitan dengan susahnya akses yang dirasakan oleh warga Desa Nanga Koman untuk meraih kesehatan, karena dengan kondisi jalan yang rusak mengharuskan membawa warga yang terkena sakit itu memakai tandu dibawa ke Puskesmas untuk berobat, "ujar Fajri, Minggu (16/6)

Menurutnya, ini merupakan potret kehidupan masyarakat yang harus dibantu, dan dari segi kebutuhan infrastruktur harusnya memadai. "Minimal adanya fasilitas kendaraan kesehatan atau pembangunan akses jalan agar warga bisa mengangkut warga yang sakit tersebut, supaya dibawa dengan cepat ke fasilitas kesehatan ditingkat kecamatan atau Kabupaten,” imbuhnya.

Sebelumnya,  Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau M. Urabi mengatakan,  terkait pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten di tahun 2019 ini ada beberapa titik yang menjadi prioritas di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau. 

"Tahun 2019 ini,  kita ada beberapa pembangunan yang terdapat di beberapa wilayah seperti di wilayah Belitang melanjutkan pengaspalan di daerah Desa Padak,  di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap.  Jadi bagi wilayah yang belum tersentuh pembangunan maka akan secara bertahap dibangun,  bisa saja di tahun berikutnya karena kira keterbatasan anggaran maka harus mencari skala prioritas,"pungkasnya. (akh) 

Anggota DPRD Sekadau M. Jais mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi warga Desa Nanga Koman yang berusaha memperoleh pelayanan kesehatan.  

"Sampai-sampai mengangkut warga yang sakit memakai tandu, dikarenakan akses jalan yang rusak dan licin ketika kondisi hujan bahkan sulitnya mendapatkan kendaraan yang dapat mengangkut warga yang sakit itu, "ungkapnya. 

Politisi PAN itu menyebutkan, bahwa Pemkab Sekadau harus peka terhadap kondisi ini, dan dirinya akan membawa persoalan ini di pembahasan rapat kerja bersama dinas terkait. 

"Minimal adanya pembangunan jalan rabat beton di akses tersebut dan meminta adanya mobil ambulan kecamatan yang siap melayani kebutuhan warga dengan memberikan nomor hp jika diperlukan langsung menuju ke lokasi dan mengangkut warga yang sakit tersebut ke Fasilitas kesehatan tingkat Kecamatan maupun kabupaten,"pungkasnya. (akh/nak)