DPUPR Gelar FGD Bahas Delinasi Kawasan dan Struktur Kota

Sekadau

Editor elgiants Dibaca : 142

DPUPR Gelar FGD Bahas Delinasi Kawasan dan Struktur Kota
FGD - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sekadau saat menggelar Focus Group Discusion (FGD) dalam rangka pembahasan tata ruang kota Sekadau, Selasa (16/7) kemarin. Ist
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sekadau menggelar Focus Group Discusion (FGD) dalam rangka pembahasan tata ruang kota Sekadau yang langsung melibatkan beberapa OPD, pihak desa yang termasuk dalam tata ruang, ormas MABM, DAD, MABT dan lembaga kemasyarakatan lainnya. Selasa (16/7) kemarin.

Kegiatan Focus Group Discusion ( FGD ) dalam pemantapan bidang delineasi kawasan dan struktur ruang kota Sekadau di buka secara langsung oleh Kepala dinas PUPR, Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi. Kegiatan pembahasan tersebut dilaksanakan diruang rapat dinas PUPR kabupaten Sekadau.

"Sejak terbentuknya kabupaten Sekadau pada tahun 2003  sampai sekarang, kita belum memiliki  rencana detail tata ruang (RDTR) dan zonasi kawasan perkotaan,"ujarnya saat menguraikan materi. 

Menurut dia, sebelum RDTR ini di tetapkan, sebagai langkah awal dirinya mengadakan konsultasi publik dengan mengundang semua OPD yang ada di lingkungan Pemda Sekadau, tokoh masyarakat, kepala desa se-kecamatan Sekadau hilir, serta insan  pers.

"Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meminta masukan, saran serta pendapat agar apabila RDTR ini ditetapkan kita mempunyai visi dan data yang sama,"ucap Akhmad Suryadi.

Ia mengharapkan, agar para tokoh masyarakat dapat memberikan masukan, serta kontrol kepada pemerintah melalui perannya masing-masing, karena lanjut dia, mustahil instansi yang dipimpinnya mampu mengontrol semua kegiatan di Kabupaten Sekadau ini tanpa bantuan masyarakat.

"Ada pun rancangan yang dibahas meliputi konsep pengembangan yang meliputi revitalisasi kawasan pinggir sungai sebagai kawasan cagar budaya historis dan ekowisata, rencana pusat pelayanan primer dan taman kota, rencana pusat pelayanan, rencana jaringan pergerakan (preservasi jalan), rencana jaringan listrik, jaringan telekomumikasi, air bersih, drainase, air limbah, pembuangan sampah, dan rencana infrastruktur mitigasi bencana," bebernya. 

Rencana tersebut, kata dia, merujuk pada tujuan RDTR tahun 2013, kota taman yang harmonis menuju pusat pertumbuhan yang setara dengan pusat-pusat wilayah sekitarnya. 

"Sementara  dalam arahan penataan ruang RDTR saat ini ingin mencapai tujuan terwujudnya kota Sekadau sebagai kota taman yang harmonis berdaya saing, dan lestari berbasis perdagangan dan jasa,parawisata budaya dan agroindustri skala regional," pungkasnya. 

Kepala Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya dalam kontek kewilayahan teritorial mendukung penuh dalam rangka penyusunan rancangan tata ruang tersebut. 

"Apalagi dari sisi wilayah kami merupakan pusat kota sekadau,  tentu ketegori pembangunan berbasis teknologi dan ramah lingkungan," katanya. 

Menurutnya, seperti penataan wilayah bantaran sungai kapuas untuk di tata menjadi waterfront city, tentu kata dia, akan berdampak pada objek wisata batu di kota Sekadau. 

"Secara teknis bagaimana kedepannya tentu secara berkelanjutan dibahas bersama di forum, kita mau program dan perencanaan ini berjalan aman, lancar dan sesuai harapan kita agar Kabupaten Sekadau maju, mandiri dan demokratis," harapnya. (akh) 

Sementara itu, anggota DPRD Sekadau, Mulyadi Alip mengatakan, dirinya merasa yakin instansi yang bersangkutan dalam rangka merancang program agar terus bersinergis untuk merealisasikan ini semua. 

"Karena sudah saatnya Sekadau menunjukan eksistensinya dalam merancang dan membangun kota, agar masyarakat Kalbar bahkan indonesia tahu bahwa sekadau bukan wilayah yang hanya lewat saja dan tidak dikenal, harus ada sejarah pembangunan yang menjadi ikon-ikon baru sekadau sehingga generasi masa depan dapat menikmati pembangunan,” pungkas politisi Partai Gerindra itu. (akhmal)