Jumat, 13 Desember 2019


DPMD Akan Segera Sosisilisasi Pilkades Serentak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 275
DPMD Akan Segera Sosisilisasi Pilkades Serentak

LANTIK - Bupati Sekadau, Rupinus saat memimpin upacara pelantikan Kepala Desa (Kades) Terpilih Antar Waktu di Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu, tahun 2018 yang lalu. Tahun ini tercatat ada 68 Desa yang akan mengikuti Pilkades serentak di selur

SEKADAU, SP – Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Sekadau saat ini mempersiapkan tahapan sosialisasi pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan digelar pada bulan Oktober 2019 kepada panitia pemilihan. Langkah tersebut sebagai bentuk kesiapan akan turunya Peraturan Bupati (Perbup) Sekadau mengenai pilkades 2019.

“Panitia di masing-masing desa sudah dibentuk. Kami akan segara melaksanakan sosialisasi Pilkades setelah Perbup ditandatangani pak Bupati,” ungkap Kepala Dinas PMD Sekadau, Bayu Dwi Harsono saat dikonfirmasi, Jumat (19/7).

Lanjut Dia, pembentukan panitia Pilkades di 68 desa dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang belum lama ini dikukuhkan Bupati.

Dalam Perbup Pilkades yang telah digodok Bupati Sekadau bersama pejabat terkait berisikan tata laksana Pilkades serentak tahun 2019 sebagai pengganti Perbup Pilkades yang lalu.

Dijelaskan Bayu lagi, untuk sosialisasi kepada panitia Pilkades, pihaknya akan menggunakan sistem zona. Dimana akan dibentuk dua zona, zona satu mencakup Kecamatan Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu.

“Zona dua terdiri dari Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap,” terang Bayu.
Secara umum, Bayu memperkirakan peserta yang akan mencalonkan diri sebagai kepala desa akan cukup ramai. Meski secara aturan dibatasi hanya 5 calon untuk masing-masing desa.

“Untuk desa yang melebihi lima calon, maka akan dilaksanakan langkah seleksi calon oleh Dinas PMD. Kita bercermin pada pemilhan BPD lalu, pesertanya ramai dan persaingannya ketat. Untuk Pilkades bisa melebihi situasi pada pemilihan BPD,” ujar mantan Camat Belitang itu. 

Sementara itu, Anggota DPRD Sekadau, Abuntono mengatakan, dalam rangka pelaksanaan Pilkades serentak ini tentu banyak hal yang harua dipersiapkan oleh Pemerintah terutama konsep,  jadwal dan sosialisasi.  

"Pilkades tahun ini sangat menarik dan sangat menyita perhatian,  karena desa-desa yang akan melakukan Pilkades ini jumlahnya mencapai 68 desa,  ini tugas pemerintah harus matangkan konsep,  jadwal dan sosialisasi kepada masyarakat kita agar mereka paham dan mengetahui alur dan tahapannya, "ujarnya kepada Suara Pemred,  Minggu (21/7).

Menurutnya,  Pilkades tahun 2019 ini tentu harus menghasilkan pemimpin yang berkualitas ditingkat desa,  karena kata dia,  dengan adanya Dana Desa (DD)  Pemerintah ingin desa mengelolanya dengan baik sehingga terciptanya desa mandiri.  

"Jadi masyarakat harus melek informasi dan teknologi serta figur-figur yang dipastikan mampu membawa desa menjadi lebih baik dan maju bahkan menjadi desa yang mandiri,  sudah banyak contoh desa mandiri tinggal bagaimana calon Kades dan Kades terpilih nanti bisa berkomitmen dan menjalankan program tersebut terhadap masyarakat," pungkas Politisi Hanura itu. (akh/nak) 

Waspada Calon yang Tergiur Dana Desa

AKTIVIS Mahasiswa asal Kabupaten Sekadau, Muhammad Fajri berharap Pilkades Serentak bulan Oktober mendatang yang akan berlangsung di 68 Desa se Kabupaten Sekadau bisa menghasil sosok pemimpin di tingkat desa yang memiliki integritas.

“Saya berharap Pilkades serentak mampu menghadirkan pigur calon kades yang berintegritas dan memiliki kapasitas sumber daya yang mampu dalam mengelola anggaran dana desa dengan transparan kepada seluruh masyarakat serta mampu memperuntukkan dana desa untuk sepenuhnya bagi kemajuan desa,” kata Sekretaris Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sekadau ini di Pontianak, Minggu (21/7)

Ia menilai posisi kepala desa memang cukup strategis untuk di perebutkan, karena dana desa yang di alokasikan oleh pemerintah pusat pada setiap desa cukup besar. Atas dasar itu, Ia mengingatkan agar  penting untuk di lakukan uji kelayakan bagi para calon Kades yang hendak ikut berkompetisi dalam memperebutkan kursi nomer 1 di desa ini.

“Calon Kades harus mampu menjadi figur yang transparan dalam pengelolaan anggaran desa dan mampu melakukan trobosan baru dalam pengelolaan anggaran dana desa sehingga dapat memberi dampak besar bagi kemajuan desa,” harapnya. 

Menurutnya sangat disayangkan dan sangat merugikan seluruh masyarakat desa jika calon Kades yang maju dalam kontestasi ini hanya tergiur pada besarnya anggaran dana desa atau bahkan hendak memperkaya diri sendiri, kelompok ataupun golongan tertentu.
 
“Ini yang harus menjadi  perhatian panitia seleksi, harus mampu juga melihat figur mana yang layak untuk  mengantisipasi para calon kades yang berprinsip demikian. Lihat juga track record nya di masyarakat. Ini penting agar desa bisa di bangun di bawah kepemimpinan orang yang tepat,“ pungkasnya. (nak)