Kamis, 19 September 2019


Dewan Minta Penyeberangan Sunyat Buka 24 Jam

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 168
Dewan Minta Penyeberangan Sunyat Buka 24 Jam

PENYEBRANGAN - Beginilah kondisi Kapal Ferry di Penyeberangan Sungai Asam-Sunyat di Kecamatan Belitang Hilir yang melayani lalu lintas penyeberangan setiap harinya hingga pukul 21.00 Wib.

SEKADAU, SP  - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Liri Muri meminta kepada pengelola jasa penyeberangan Kapal Ferry KMP Gunung Palong, yang melayani penyeberangan Sungai Asam-Sunyat, Kecamatan Belitang Hilir supaya memperpanjang jam operasionalnya hingga 24 jam.

Selama ini kata Liri, jam operasional penyeberangan KMP Gunung Palong, Sungai Ayak-Sunyat hanya sampai jam 21.00 Wib atau sampai jam 9 malam saja. Diatas jam tersebut penyebrangan hanya bisa dibuka untuk kondisi darurat seperti mobil ambulance yang membawa orang sakit.

"Sementara, ada juga mobil pribadi yang membawa orang sakit. Ketika diatas jam operasional, pihak ASDP tidak mau nyeberang lagi. Padahal mobil tersebut juga membawa orang sakit," kesal Liri, Kamis (8/8).

Liri menambahkan, sebaiknya pihak pengelola Kapal Ferry yang melayani penyeberangan Sungai Asam-Sunyat mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat di tiga Kecamatan yang berada di wilayah Belitang.

"Bila perlu tambah shift, tambah personil supaya bisa beroperasi 24 jam," pinta politisi Hanura ini.

Melalui Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, kata Liri, pihaknya juga akan segera menyurati Bupati terkait kebijakan yang kurang pas tentang jam operasional Kapal Ferry tersebut. 

Tidak hanya itu, pelayanan ini bukan saja untuk orang sakit saja, tetapi juga terhadap masyarakat yang menggunakan jasa Ferry penyeberangan tersebut dalam hal berbisnis dan segala macam khususnya untuk wilayah Belitang.

"Kenapa demikian, karna konsekuensi kita di Kecamatan Belitang belum ada jembatan nyeberang sungai kapuas. Jadi harus standby sampai subuh. Bila perlu tambah shift," pungkasnya.

Senada, anggota DPRD Sekadau lainnya, Subandrio juga meminta kepada pihak pemerintah daerah Sekadau untuk turut  campur tangan terkait transportasi di daerah 3 Kecamatan Belitang karna Ferry penyeberangan Sui Asam-Sunyat merupakan akses Satu-satunya untuk wilayah 3 Kecamatan tersebut.

"Terkait pelayanan karyawan Kapal Ferry yang harus standby, bila perlu ada tambahan gaji untuk mereka," ucap Subandrio. 

Sementara itu,  Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Sungai Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau, Herman mengatakan, mengenai keluhan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar menemukan solusi.

"Sesuai jadwal dan aturan yang ada,  memang Kapal Ferry tersebut beroperasi dari pagi hingga pukul 21.00 Wib (malam), dari sisi kondisi petugas yang ada tentu ketika meningkatkan waktu penyeberangan akan berdampak pada adanya petugas, sedangkan kondisi saat ini kita tidak bisa menambah petugas, " terang Herman. 

Ia menambahkan, bahwa lain dengan kondisi pada saat dipegang kendali oleh pihak swasta sebelumnya yang bisa  beroperasi hingga 24 jam. 

"Karena sudah di hendel ASDP ada atutan yang mengikat, dan kita selaku Dinas Teknis jika sudah ada aspirasi seperti ini akan dilakukan rapat koordinasi," tutupnya. (akh/nak)