Rabu, 16 Oktober 2019


3 Perusahaan Sawit Pekerjakan TKA

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1936
3 Perusahaan Sawit Pekerjakan TKA

Ilustrasi

SEKADAU, SP - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau mengakui sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, masih menggunakan tenaga kerja asing (TKA). 

Sebanyak 30 TKA terdiri dari 22 warga negara Korea, dan delapan orang TKA asal Malaysia, bekerja di tiga perusahaan perkebunan sawit.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau, Basuki Rahmat mengatakan, 30 TKA tersebut tersebar di tiga perusahaan sawit di Kabupaten Sekadau.

“Ada 30 TKA di sekadau. Yang paling dominan bekerja di perkebunan sawit, dan kami memiliki kewenangan dalam pengawasan sampai dengan notifikasi. Para TKA tersebut terdaftar di pusat dengan sistem online,” kata Basuki kepada wartawan, Senin (12/8).

Basuki menjelaskan, dengan terdatanya ke-30 TKA itu, pihaknya mudah melakukan pengecekan dan juga bekerja sama dengan Imigrasi untuk melakukan pengawasan mulai dari paspor dan lainnya.

“Sedangkan untuk retribusi tergantung dengan wilayah kerja TKA itu sendiri. Sejauh ini para TKA yang berada di Kabupaten Sekadau tidak bermasalah. Untuk itu,  kami bersama Imigrasi dan instansi terkait lainnya terus melakukan pengawasan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sekadau Yodi Setiawan meminta instansi terkait yang menangani masalah TKA di Sekadau harus korporatif. Segala aktivitas mereka (TKA) harus dipantau sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) yang berlaku. 

“Ke-30 TKA ini tentu harus mematuhi aturan yang ada. Dan mereka harus melaporkan apa-apa saja yang dilakukan baik di perusahaan atau instansi di mana mereka bekerja, “ kata Yodi, akrab disapa Odi.

Dia berharap keahlian dan ilmu ke-30 TKA dapat ditransfer kepada tenaga kerja lokal.

“Agar ada asas manfaat dari kehadiran mereka (TKA) di sini. Apalagi tenanga kerja kita ini banyak yang belum terampil. Maka dari itu, saya berharap adanya berkesinambungan antara TKA dan tenaga kerja lokal serta harus terus berkoodinasi dengan pemerintah setempat,” pungkas politisi Gerindra itu. (akh/has)