Kamis, 19 September 2019


Pengusah Depot Air Isi Ulang Belum Patuhi SPPL

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 108
Pengusah Depot Air Isi Ulang Belum Patuhi SPPL

SIDAK - Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau menggelar Sidak ke pihak Depot Isi Ulang Air Galon di Pasar Sekadau, belum lama ini.

SEKADAU, SP –  Sebagian besar pengusaha depot air minum isi ulang di Kabupaten Sekadau belum mematuhi Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Hal ini terungkap saat Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup dan PDAM Sirin Meragun melakukan pemantauan depot air minum isi ulang di sekitar Kota Sekadau, belum lama ini.

Kasat Pol PP Kabupaten Sekadau, Yapet Simon mengatakan, setidaknya ada 17 depot air minum yang dikunjungi dan didata. Depot-depot tersebut menggunakan air PDAM sebagai sumber air utama.

"Kami melakukan pendataan ijin usaha depot air minum. Kebanyakan langsung ambil air dari keran. Padahal PDAM menyediakan depot khusus untuk air bersih isi ulang," kata Yapet Simon.

Menurutnya, rata-rata depot memiliki ijin. Namun belum lengkap. Soal perijinan ini nantinya akan disinkronkan antara PDAM, Dinas Perindustrian dan Kantor Perijinan Terpadu.

"Tujuan kita untuk inventarisir keluhan masyarakat. Kita belum ambil tindakan karena kita anggap mereka belum paham aturan. Setelah ini kami akan laporkan kepada bupati untuk diambil kebijakan," tutur Yapet.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi menjelaskan, pihaknya hanya melihat aspek Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

"Kalau sudah punya ijin, bisa dipastikan ada SPPL. Nah, kepatuhan SPPL ini yang kami lihat. Apakah mereka sudah memenuhi tuntutan SPPL itu," jelas Wirdan.

Dari hasil pemantauan, Wirdan menyatakan hampir tiap depot belum mampu mematuhi SPPL.

"Contohnya tong sampah minimal tersedia dua, organik dan non organik. Itu belum ada," ucap Wirdan. (akh) 

Surat Kesanggupan

Wirdan Mahzumi menjelaskan, Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) adalah kesanggupan dari penanggung jawab usaha, atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usahanya.

SPPL ini merupakan jenis DLH yang paling sederhana dan paling sesuai bagi pelaku UKM pada umumnya, khususnya jika kegiatan usaha yang dikerjakan termasuk yang tidak wajib memiliki UKL-UPL atau AMDAL.

Dia  mengimbau, khususnya kepada pengusaha yang bersangkutan  untuk dapat memenuhi kesanggupan sesuai dengan yang tertera pada SPPL. (akh)