Rabu, 20 November 2019


DLH: Kualitas Udara Masih Aman

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 122
DLH: Kualitas Udara Masih Aman

KARHUTLA. Petugas sedang memdamkan api kebakaran lahan di Dusun Seraya, Nanga Taman, belum lama ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau menyatakan bahwa kualitas udara di wilayah Sekadau masih terbilang aman, walaupun kabupaten tetangga sudah meliburkan sekolah karena kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara kian memburuk.

Hal itu disampaikan Kepala DLH Kabupaten Sekadau dr. Wirdan Mahzumi. Ia mengatakan, pada awal September 2019 kemarin berdasarkan pantauan tim pencemaran udara DLH masih di bawah 50.

"Kondisi terakhir pada 2 September 2019 indek pencemaran udara masih dibawah 50, katagori ini masih aman, walau terpantau kabut pada pagi hari cukup tebal,"ujarnya kepada Suara Pemred, Senin (9/9).

Atas kondisi ini, kata Wirdan, seluruh elemen masyarakat diharapkan wajib berhati-hati dalam beraktivitas. 

"Imbauan kami, sebaiknya tidk ke luar rumah, bila tidak terlalu penting, dan upayakan memakai masker bila keluar rumah, terutama pada anak sekolah," pungkasnya. 

Sementara itu, Anggota DPRD Sekadau Yodi Setiawan mengatakan, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat memakai masker ketika keluar rumah atau menjalankan aktivitas lainnya. 

"Karena kondisi udara kita dengan kejadian Karhula semakin meningkat tentu berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, seperti penyakit Ispa dan penyakit yang bisa membahayakan diakibatkan udara tercemar," ungkapnya. 

Politisi Partai Gerindra ini sampaikan, pihak terkait juga wajib melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi Karhutla tidak melebar dan terus meningkat. 

"Harus terus siaga dan waspada, karena wilayah kita karhutla semakin meningkat dan juga imbas dari Karhutla di Kabupaten tetangga juga bisa terjadi, jadi penanganan kedepan diharapkan diperketat," tukasnya.

Sementara, Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan kasus karhutla menjadi salah satu atensi pihaknya. Terkait kebakaran lahan di Dusun Seraya, Nanga Taman, saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya.

"Ini kemungkinan akan kita lakukan sidik, sementara kasus pembakaran hutan lainnya yang sudah naik sidik ada dua," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa tahun kemarin kasus yang berhasil diungkap oleh pihaknya terdapat satu kasus dan mengalami peningkatan di tahun ini. 

"Kalau tahun kemarin cuma satu dan tahun ini tiga, artinya penegakan hukumnya lebih tegas dan serius," katanya.

Ia menilai untuk beberapa kasus tersebut memang sifatnya perorangan, namun ia mengkhawtirkan ada hal lain di kegiatan pembakaran lahan tersebut.

"Kalau kasus ini sepertinya perorangan, melihat operasi karhutla selelai masyarakat mulai membakar lagi, padahal aturannya tetap berlaku dan ada penindakan, intinya cari cara lain selain membakar. Takutnya tanah orang dipinjamkan ke masyarakat akhirnya dibakar kemudian setahun kemudian menjadi sawit," tuturnya.

Akibat dari pembakaran lahan tersebut mungkin saja menyembakan ada pihak lain yang dirugikan. Untuk hal tersebut kapolres menyerahkan kepada pihak yang dirugikan tersebut.

"Pidananya tetap kita tindak, kalau perdata kembali ke pemilik lahan yang mungkin dirugikan. Apakah mau diselesaikan secara kekeluargaan atau bagaimana nantinya," tuturnya. (akh)