Selasa, 15 Oktober 2019


Kabut Asap Ganggu Transportasi Sungai

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 68
Kabut Asap Ganggu Transportasi Sungai

KABUT ASAP - Terlihat kabilut asap yang tebal menyelimuti suasana sungai Kapuas, sehingga terhambatnya tranportasi kapal air, dan Bupati mengeluarkan surat edaran tentang libur sekolah diperpanjang.

SEKADAU, SP – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat, mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Jarak pandang yang terbatas mengganggu transportasi sungai di Kabupaten Sekadau.

Kondisi tersebut membuat penambang motor klotok yang beroperasi di Sungai Kapuas sering tersesat. Salah satunya dialami penambang motor klotok rute Madya-Pasar Sekadau.

“Terganggu kabut asap untuk menyeberang. Kadang-kadang nyasar, tidak sampai ke tujuan,” kata Supardi, seorang penambang motor klotok, Selasa (17/9).

Supardi mengatakan, jarak pandang yang sangat terbatas dirasakannya sebelum pukul 07.00 WIB. Setelah pukul 07.00 WIB, kabut asap sedikit berkurang, tapi tetap saja mengganggu aktivitas transportasi sungai.

Tak hanya tersesat, kabut asap yang pekat sering membuat motor klotok kandas karena Sungai Kapuas mengering. Terkadang, para penambang pun tidak tahu posisi kandasnya motor klotok yang mereka bawa.

“Kami kadang tidak tahu posisi kandasnya di mana, di tengah (sungai) kah, di tepi kah. Ujung-ujungnya menghabiskan waktu. Penumpang juga kena dampaknya, pekerjaan mereka terlambat. Tiga hari ini (kabut asap) sangat parah,” ucap Supardi.

Hal senada disampaikan warga Sekadau lainnya, Yulia Fikri mengatakan, dirinya khawatir terhadap kondisi udara dan cuaca saat ini yang sangat kurang sehat. 

"Khawatir sekali, karena anak saya masih kecil, jadi tidak bisa membawanya untuk berativitas seperti biasa, karena kondisi udara sangat berbahaya," ujarnya. 

Dengan adanya kebijakan dari Bupati Sekadau untuk memperpanjang masa libur dari tanggal 18 s/d 21 September 2019.
 
"Jadi saya berterimakasih atas diperpanjangnya, dan saya berharap kabut asap ini cepat berlalu agar aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya," tukasnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau Losianus mengatakan, pihaknya melihat situasi dan kondisi udara yang kurang baik, maka dengan ini memberikan perpaniangan libur ditingkat SD dan SMP. 

"Melihat situasi yang ada dan mempertimbangkan keadaan yang ada maka kami mengusulkan surat edaran Bupati tentang Libur Sekolah selaka 4 hari,  dari tanggal 18 s/d 21 September 2019," ungkapnya. 

Ia berharap, kepada anak-anak dan masyarakat agar menyurangi aktivitas diluar, karena situasi seperti ini bisa berdampak pada kesehatan anak-anak. 

"Tidak memberikan izin kepada anak-anak keluar rumah, dan memakai masker jika keluar rumah. Kita takutkan terjadi pada gangguan kesehatan seperti ISPA dan penyakit lainnya," pungkasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Edy Prasetiyo, mengungkapkan, secara kasat mata kabut asap cukup pekat menyelimuti Sekadau. Kondisi terparah terjadi di pagi hari.

“Kalau pukul 05.00-06.00 WIB, secara visual jarak pandang hanya sekitar 50-100 meter. Kalau siang itu sekitar 100-200 meter,” tutur Edy. (akh)