Selasa, 19 November 2019


Warga Diminta Waspada Penyakit DBD

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 61
Warga Diminta Waspada Penyakit DBD

FOGGING - Petugas saat melakukan fogging dilingkungan warga yang terkena penyakit DBD beberapa waktu lalu di Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir.

SEKADAU, SP - Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau Martinus Ridi SKM. MM, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat lebih waspada terhadap dampak penyakit DBD.

Oktober ini, sebutnya, terdapat 97 kasus DBD. Untuk demam dengue (diagnosa sementara) ada 34 kasus, dan 1 meninggal dunia pada bulan Maret lalu, jelasnya. 

"Jadi kita fokus ke tindakan fogging karena terjadi peningkatan kasus yang signifikan," tegas Ridi.

Ridi sapaan akrabnya, menyampaikan , foging dilaksanakan sudah lebih dari 40 lokasi fokus (lokus). 

"Dalam minggu ini kita sudah foging semua sekolah dan asrama dalam kota Sekadau, dan saat ini kita fokus ke penindakan fogging," jelasnya.

Terkait dengan musim penghujan dan meningkatnya kasus DBD saat ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat supaya menggalakkan dan melakukan 3M Plus.

"Yang artinya, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas. Jadi seluruh masyarakat diwajibkan menerapkan itu, karena lingkungan bersih maka penyakit tidak akan merambah, jika sebaliknya lingkungan kotor dan tidak terurus maka akan berdampak timbulnya penyakit ," ujarnya.

Selanjutnya Ridi mengatakan, dalam tindakan penangkalan, warga diimbau agar menggunakan obat oles, seperti autan dan sejenisnya serta menghindari gigitan nyamuk, abatesasi, tidur pakai kelambu dan jangan lupa memakai racun nyamuk. Jika bisa, menanam bunga Levender di sekitar rumah.

Ridi juga mengingatkan masyarakat, apabila ada anggota keluarga ataupun siapa yang mengalami gejala-gejala yang mengarah kepada DBD agar secepatnya menghubungi petugas medis dan diperiksakan ke Puskesmas terdekat. 

"Supaya dapat diatasi dengan cepat," katanya.

Senada dengan Ridi, pihak Puskesmas Sekadau telah mengirim tim untuk melakukan pengecekan di lapangan terkait meningkatnya kasus DBD. 

"Kami juga melakukan pengecekan dan pemberian Abate di beberapa titik di wilayah Desa Sungai Ringin kepada lingkungan warga yang terkena DBD dan lingkungan yang berpotensi terserang DBD," ujar Ester. 

Menurutnya, kejadian DBD ini sangat meningkat signifikan, jadi diharapkan kepada jajaran aparat pemerintah desa, dusun dan RT/RW agar dapat melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar. 

"Hal itu agar penyakit dapat di cegah, jadi semuanya harus oeduli terhadap lingkungan sekitar agar tidak terjadi hingga memakan nyawa seseorang," tukasnya. (akh)