Rabu, 11 Desember 2019


Rupinus Ajak Pemuda Katolik Jadi ‘Cahaya’ di Kegelapan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 39
Rupinus Ajak Pemuda Katolik Jadi ‘Cahaya’ di Kegelapan

ACARA PENUTUPAN – Bupati Sekadau, Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius foto bersama peserta Terekat ke-7 Paroki Nanga Taman. Pemkab akan selalu mendukung kegiatan keagamaan yang umat beragama di Sekadau. ist

Bupati Sekadau, Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius menutup kegiatan Temu Remaja Katolik (Terekat) ke-7 Paroki Nanga Taman yang berlangsung sejak Kamis (15/11) di Stasi Lubuk Tajau Kecamatan Nanga Taman, Minggu (17/11).

Penutupan kegiatan terekat diawali dengan misa kudus yang dipmpin langsung oleh pastor paroki Nanga Taman Pastor Martinus Ngabadi, CP. 

Ketua Komisi Kepemudaan Paroki Nanga Taman, Anselmus Herman mengatakan Terket Paroki Nanga Taman dimulai sejak 2012 dan tahun ini merupakan kegiatan ke tujuh yang digelar.

Jumlah peserta pada kegiatan tahun ini sebanyak 302 orang, belum termasuk panitia dan peninjau. Tujuan kegiatan untuk rekoleksi pembinaan iman, sekaligus persiapan siswa/i Katolik kelas IX melanjutkan pendidikan di tingkat SMA/sederajat. 

"Acara Temu Rejama Katolik menjadi agenda rutin. Kegiatan ini harus berkelanjutan," papar Herman.

Sementara Pastor Paroki Nanga Taman, Pastor Martin mengatakan, kegiatan ini menitik beratkan pembinaan karakter iman. "Inilah saatnya untuk mempersiapkan masa depan remaja katolik. Masa depan kita terletak pada keyakinan dan iman kita," tutur pastor. 

Pastor Martin bersyukur kegiatan terlaksana dengan baik, Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung untuk perkembangan iman remaja Katolik Paroki Yesus Tersalib Nanga Taman. 

"Ke depannya pihak Paroki mengharapkan agar kegiatan ini tidak berhenti, tetapi harus tetap berlangsung, tentunya dengan dukungan semua pihak," harap dia. 

Sementara Bupati Sekadau Rupinus, mengatakan remaja Katolik harus jadi seratus persen Indonesia dan seratus persen Katolik.

"Jadilah lilin di tempat yang gelap, jadi cahaya di tempat yang gelap, jadi listrik di tempat gelap. Sekolah yang baik dan benar, jangan kecewakan orang tua," pintanya.

Rupinus menyambut baik kegiatan terekat yang diadakan dalam rangka pembinaan iman remaja Katolik di tengah perkembangan dan perubahan dunia yang begitu cepat.

"Terima kasih pastor, orang tua, panitia dan sekolah yang sudah melaksanakan kegiatan ini, kita selalu mendukung kegiatan pembinaan iman bagi remaja dan orang muda. Ini sangat membantu pemerintah membina karakter anak," papar Rupinus. (humas/jee)