Sabtu, 18 Januari 2020


DKP3 Sekadau Adakan Training Aplikasi Produk Groyield dan Poin Dua

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
DKP3 Sekadau Adakan Training Aplikasi Produk Groyield dan Poin Dua

PELATIHAN - Kadis KP3 Sekadau saat berfoto berasama pada kegiatan training kepada para petani. SUARA PEMRED/AKMAL

SEKADAU, SP - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau bersama CV. Karya Indah Nusantara Gemilang Sekadau (KINGS) menggelar kegiatan Training Aplikasi Produk Groyield dan Poin Dua Tani di Balai BPP Dinas DKP3 Peniti Kabupaten Sekadau, Senin (9/12).

Manajer Marketing Groyield, Hendrik Iswanto mengatakan, kegiatan ini baru pertama kali digelar. Tujuannya untuk lebih mengenal produk Poin Dua Tani dan Groyield dengan harapan bisa mendongkrak semua akomodasi dari sektor pertanian dan peternakan. 

Tim inilah yang akan dibawa ke petani-petani untuk menjadi petani milenial yang berdaya saing dan menjadi petani modern. 

"Dengan pemahaman produk yang diberikan training hari ini, InsyaAllah semua akan berjalan lancar. Menyampaikan kepada petani juga tidak cangggung," jelasnya.

Dalam training ini kata dia, bukan hanya materi saja tetapi praktik langsung. Terkait produk dari Groyield, walaupun masih baru namun pemasaran selama ini lancara-lancar saja. 

"Selain kita berikan pendamping untuk petani, tim kita ke lapangan bukan semata-mata untuk menjual produk tapi memberikan pemahaman kepada petani untuk mencoba memakai produk kita. Setelah ada hasilnya baru kita bicara masalah penjualan dan harga," papar Hendrik. 

CEO/Direktur CV. KINGS, Aking dalam sambutannya mengatakan, saat ini perusahaannnya sudah menempatkan majemen pemasaran di Sekadau, Sintang dan melawi. 

"Ke depan, kami juga akan dibentuk tim di kabupaten lain," ujarnya. 

Aking mengatakan, di kabupaten yang sudah ada tim pemasaran, sekarang sudah sampai ke kecamatan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Sandae yang sekaligus membuka launching training aplikasi produk Groyield dan Poin Dua Tani, mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. 

"Kita ingin kegiatan ini bukan sekedar seremonial saja tapi lebih mengharapkan ada hasil kerjanya," pintanya. 

Terkait lahan sawah, Sandae juga  mengatakan berdasarkan data BPN, untuk lahan sawah di Kabupaten Sekadau masih ada 8000 an hektare lebih. 

"Kedepan kita mengharapakan pupuk kimia berkurang, kita mengharapkan pupuk organik," ujarnya. 

Selain itu, di Kabupaten Sekadau ada beberapa kendala, salah satunya masih ada petani yang  menggarap lahan pertaniannya masih bersifat tradisional. 

"Dengan adanya permasalahan ini, saya berharap, adanya kegiatan ini Sekadau bisa sukses, paling tidak kita bisa mencapai surplus beras lebih tinggi dari  tahun-tahun yang sudah lalu," harap Sandae. 

Ia juga berharap, agar petani di Sekadau menanam jagung.

"Kalau bisa, petani sawit bisa beralih menjadi petani jagung, supaya tidak membuka lahan baru tapi menggarap lahan yang sudah ada," harapnya.

Hadir dalam kegiatan, Kabid DKP3, Kapolsek Sekadau Hilir, Danramil, perwakilan Camat Sekadau Hilir, Kades Peniti dan undangan. (akh)