Rabu, 18 September 2019


Kota Singkawang Aman Virus Zika

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1000
Kota Singkawang Aman Virus Zika

RATAS ZIKA- Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2). Rapat tersebut membahas soal pencegahan penyebaran virus Zika di Indonesia. (ANTARA FOTO/Wido

SINGKAWANG, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kota  Singkawang,  Ahmad Kismed menegaskan, penyebaran virus Zika belum ditemukan di wilayahnya.

"Tidak, tidak ada virus itu di Singkawang. Kita juga belum mendapatkan informasi resmi mengenai virus tersebut ada di Kalbar," katanya, Selasa (9/2).


Menurutnya,  virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti sama dengan virus penyakit demam berdarah (DBD). Guna mengatasi hal tersebut, Kismed berharap masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat. "Terapkan program 3 M,  dan jika perlu gunakan lotion anti nyamuk," ujarnya.

Walaupun KotaSingkawang akan menggelar Festival Cap Go Meh yang dihadiri wisatawan lokal maupun luar negeri, pihaknya belum memutuskan melakukan pengasapan (fogging)  di rumah-rumah warga.

"Kita melakukan fogging setelah ada kasus. Itu pun sesuai dengan persyaratan atau tidak. Kita lihat dulu,  apakah dalam jarak 100 meter ada kasus serupa dan ada jentik nyamuk," ungkapnya.
Di Singkawang pada 2015,  angka pengidap DBD 67 kasus, meninggal  dua orang.

Sedangkan pada 2014, mencapai 336 kasus yang enam orang di antaranya meninggal dunia.
"Untuk tahun ini belum ada. Lokasi yang biasanya langganan paling banyak kasus demam berdarah berada di wilayah Sedau, Roban dan Pasiran," jelasnya. (jee/sut)    


Proaktif  Pencegahan

Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto mengharapkan dinas terkait proaktif melakukan tindakan pencegahan, agar kabar tentang virus Zika tidak mempengaruhi kalender pariwisata di wilayah tersebut.  

"Selain Zika,  juga harus diwaspadai DBD. Dinas harus bisa proaktif mencegah jangan sampai ini mengganggu Featival Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang," harapnya.

Dia meminta kepada dinas kesehatan untuk melakukan fogging di rumah warga yang rentan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti. "Selain sosialisasi, boleh dilakukan fogging, guna memberikan rasa aman bagi wisatawan," pungkasnya. (jee/sut)