Minggu, 15 Desember 2019


Jelang CGM 2016 di Kota Singkawang, PT Pertamina Tambah Kuota BBM Premium Menjadi 112 KL

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1304
Jelang CGM 2016 di Kota Singkawang, PT Pertamina Tambah Kuota BBM Premium Menjadi 112 KL

STOK BBM- Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2015 di Kota Singkawang. PT Pertamina menjamin persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di kota itu aman. Setiap SPBU akan ada penambahan kuota BBM Premium. (

SINGKAWANG, SP - Sejak tiga hari lalu, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium kosong  di seluruh SPBU yang ada di Kota Singkawang. Akibatnya, masyarakat  terpaksa membeli bensin di tingkat pengecer yang harganya lebih mahal.  

"Posisi air sungai surut, jadi kita harus menunggu sampai air pasang, baru bisa merapat dan melakukan proses bongkar," kata Eko Harjito, Manager Marketing PT Pertamina (Persero) Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,  Jumat (19/2).

Menurut Eko, terjadinya kekosongan premium di Singkawang karena kapal pengangkut BBM milik Pertamina menuju Kalbar, mengalami kendala saat akan merapat di dermaga depot Pertamina.


Proses bongkar muat BBM seharusnya dilakukan pada Kamis (18/2). Namun karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya proses bongkar baru bisa dilakukan Jumat kemarin.
  "Tadi pagi sudah proses bongkar. Hari ini memang sedang proses normalisasi pasokan ke SPBU-SPBU di Kota Singkawang dan sekitarnya," ungkapnya.

Eko menjamin ketersediaan BBM di Singkawang saat perayaan Cap Go Meh (CGM) tidak akan bermasalah. "Tidak akan ada masalah. Dalam satu dua hari ini, semua sudah normal kembali," tukasnya.

Sales Eksekutif Retail Pertamina Pontianak, Alam Kanda menambahkan, dalam proses normalisasi dan perayaan CGM di Singkawang, Pertamina menambah kuota BBM premium, yang semula 96 kilo liter per hari menjadi 112 kiloliter. "Karena ada perayaan, biasanya akan menyedot banyak warga, konsumsi BBM juga akan meningkat. Karena itu, stok di beberapa lokasi SPBU strategis kita tambah," papar Alam.

Dilakukan Secara Bergilir
Seorang pengusaha SPBU di Kota Singkawang, Andi Syarif membenarkan kekosongan pasokan premium disebabkan karena keterlambatan pasokan kapal pengangkut BBM di Pontianak. "Karena pasokannya terlambat, sehingga berdampak pada SPBU-SPBU," tuturnya.

Akibatnya, kata  Andi Syarif, karena kurangnya stok premium, dalam pendistribusian premium ke SPBU, dilakukan dengan cara bergilir.
Menurut dia, berdasarkan informasi dari Pertamina, saat ini distribusi telah berlangsung normal. "Hari ini sudah normal lagi, jadi tidak ada masalah," pungkasnya.

Pantauan Suara Pemred, saat ini sejumlah SPBU di Kota Singkawang sudah normal beroperasi. SPBU di Jalan Alianyang dan Sungai Wie yang kemarin tutup, hari ini sudah melayani pembelian BBM masyarakat.

"Saya bingung, kenapa bensin jadi langka padahal harga minyak saat ini sudah turun, tapi untung sekarang SPBU sudah buka, nyari bensin tidak susah lagi," ujar Fitri, warga Alianyang. (jee/sut)