PDI Perjuangan Jadi Idola para Figur Kepala Daerah untuk Bertarung pada Pilwako Singkawang 2017

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1570

PDI Perjuangan Jadi Idola para Figur Kepala Daerah untuk Bertarung pada Pilwako Singkawang 2017
ILUSTRASI (news.okezone.com)
SINGKAWANG, SP – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan masih menjadi idola bagi para calon Wali Kota Singkawang yang akan bertarung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Meski pada pengalaman Pilkada serentak 2015, partai berlambang banteng tersebut justru kalah di sejumlah daerah. Adalah Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Muthalib resmi mendaftar ke PDIP. Abdul Muthalib adalah Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Singkawang.

Jejak Abdul pun diikuti anggota DPRD Singkawang, Muhammadin. Keduanya mendatangi sekretariat DPC PDIP Singkawang, Selasa (23/2).

Mereka serentak memilih mencalonkan sebagai wali kota Singkawang. Seperti diketahui, Muhammadin adalah Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Singkawang. Kedatangan Muhammadin, diikuti juga beberapa orang simpatisannya.
"Kedatangan kami ini untuk mengambil berkas seleksi pencalonan wakil wali kota," katanya.

Jumlah enam kursi yang dimiliki oleh PDIP di DPRD Singkawang, telah mencukupi untuk mencalonkan pasangan pada Pilwako mendatang, ucap Muhammadin. "Artinya, saya pribadi juga bisa bersama-sama kami (PAN, Red) untuk mengusung kita menjadi bakal calon wali kota dan mudah-mudahan ini (pendaftaran) bisa diterima dalam seleksi partai PDIP sendiri," katanya.

Jumlah satu kursi yang hanya dimiliki oleh PAN di dewan, dikatakan Muhammadin, otomatis masih akan membutuhkan bantuan dari partai politik lain, untuk bisa mendukung pengusungan bakal calon wali kota.

"PAN hanya punya satu kursi, kita masih butuh bantuan dari pihak lain,” ujarnya. Menurutnya, PAN butuh PDIP dan partai-partai lain. Walaupun hanya satu kursi, PAN punya keinginan bisa memajukan Singkawang.

Seperti diketahui, setelah mendapat dukungan dari DPP PKB, Abdul Muthalib, Senin (22/2), juga merapatkan ke PDIP. Kemarin, Abdul bersama sejumlah rekan kompak menggunakan kemeja merah.
Tak lain warna khas PDIP, mendatangi kantor sekretariat DPC PDIP Singkawang.
"Saya hari ini mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota," katanya.

Abdul Muthalib mengatakan, dalam menghadapi Pilkada Singkawang yang akan dilaksanakan pada awal 2017, dirinya akan bersikap fleksibel dengan cara menggandeng banyak partai politik. "Saya coba untuk mengajak teman-teman untuk bergabung dengan saya," katanya.

Patokan Survei
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Singkawang Fery Hardiyanto mengatakan, partainya selama empat hari pendaftaran, sebanyak 10 orang telah mengambil formulir untuk diusung pada pilkada setempat tahun depan.

"Mereka adalah Tjhai Chui Mie, Anton Triady, Eddy Darlius, Moses Ahie, Mohammad Alqadrie, Ruslan Karim, Suriyadi, M Saleh, Andreas Chang, dan Abdul Muthalib. Pendaftaran akan ditutup pada 24 Februari 2016," katanya di Singkawang, Selasa (23/2).
 
Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Partai Nomor 4 Tahun 2015, tentang Rekrutmen dan Seleksi Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDIP, setahun sebelum pendaftaran calon di KPU, DPC harus melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah.


Ketua DPC PDIP Singkawang, Sujianto mengatakan, dalam menentukan bakal calon yang akan diusung nanti, PDIP akan berpatokan dari hasil survei yang akan dilakukan oleh enam lembaga survei yang telah ditunjuk.
"Kita berpatokan dari hasil survei untuk menentukan bakal calon yang akan diusung," katanya.

Jika dari hasil survei ternyata ditemukan terdapat salah satu figur yang memiliki nilai yang tinggi, meskipun figur tersebut merupakan kader luar PDIP, tidak menutup kemungkinan nantinya, PDIP akan mengusung figur tersebut.

"Terlebih dahulu nanti akan dikembalikan ke partai, tapi tidak menutup kemungkinan kita akan mengusung figur dari luar partai," ujarnya.

Iklim politik di Singkawang, berbeda jika dibanding dengan wilayah lain yang ada di Kalbar.

Di Singkawang, isu terkait etnis dan agama masih sangat kental digunakan oleh para politikus, pada saat ajang pemilihan kepala daerah. "Orang selalu memainkan masalah etnis dan masalah agama. Jadi itu masih dikembangkan oleh masyarakat. Kondisi ini juga akan menjadi pertimbangan partai," pungkasnya.

Berkaca pada Pilkada  Singkawang 2007, dimana saat itu Hasan Karman alias Bong Sau Fam berpasangan dengan Edy Yacob bertarung melawan petahana, Awang Ishak-Ramduselan.

Saat itu, Hasan Karman menang dan menjadikan Hasan sebagai Wali Kota pertama di Indonesia yang berasal dari etnis Tionghoa. Kemenangan ini sudah diprediksi sebelumnya, dimana Kota Singkawang sendiri adalah mayoritas dari etnis Tionghoa.

Kesuksesan Hasan yang dijagokan Partai Persatuan Pembangunan ini diraih dengan perolehan 41,8 persen suara. Ini melebihi tiga pasang calon lainnya, termasuk Wali Kota Awang Ishak. Memang, kemenangan Hasan sangat dinanti warga Singkawang yang sekitar 70 persen berasal dari etnis Tionghoa.

Pada 2012, justru terbalik. Pada Pilkada 2012 justru keadaan terbalik. Pasangan petahana Hasan Karman- Ahyadi justru kalah dari pasangan Awang Ishak-Abdul Muthalib.

Kekalahan Hasan Karman tak lepas dari pasangan lain, seperti  Nusantio Setiadi-Tasman, Henoch Thomas-Rozanuddin justru keduanya dari etnis Tionghoa.


Sementara itu, Ketua KPU Singkawang, Ramdan mengatakan, hingga saat ini, KPU Kota Singkawang masih menunggu petunjuk dari KPU Provinsi, terkait tata cara pelaksanaan Pilkada di Kota Singkawang.

"Kita masih menunggu petunjuk, dan sepertinya masih akan menunggu hingga dua atau tiga bulan kedepan," pungkasnya.

PDIP Maju
Abdul Muthalib  dan Muhammadin boleh saja merapat ke PDIP. Tapi nama Tjhai Chui Mie juga tak perlu dilupakan. Ia kader PDIP Singkawang juga menyatakan maju sebagai calon wali kota Singkawang.
Tjhai Chui Mie sebelumnya adalah Ketua DPRD Kota Singkawang pada 2009-2014. Dia anggota DPRD Singkawang dua periode. "Kali ini saya siap maju menjadi wali kota," katanya kepada Suara Pemred.

Keinginannya untuk tampil dalam bursa pemilihan calon, dikatakannya bukan semata-mata karena keinginannya sendiri. Keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat Singkawang, sebenarnya telah lama muncul jauh hari, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Singkawang.

Namun begitu, keinginan tersebut sekali lagi ia tegaskan, tetap mengacu pada restu yang akan diberikan oleh partai tempatnya bernaung yakni PDIP. "Demi kemajuan masyarakat Singkawang, dan demi kemajuan Kota Singkawang, saya siap maju," tegasnya lagi.

Calon lain yang juga menyatakan siap maju adalah Eka Candra. Ia adalah Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Singkawang, dan Wakil Ketua Komisi II DPRD. Ia menyebutkan, sejauh ini dirinya telah melakukan pertemuan dan komunikasi dengan koalisi partai di fraksi.

Yakni antara PPP,  PKPI dan Hanura. Pertemuan politik ini sudah dilakukan. “Tinggal menunggu kapan calon dari koalisi ini melakukan deklarasi,” tuturnya.


Secara kesiapan kursi, koalisi lintas fraksi ini menyatakan siap dengan syarat, di mana PPP ada dua kursi, PKPI dua kursi dan Hanura dua kursi. “Pencalonan cukup dengan enam kursi, namun tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan partai lain,”tuturnya.

Termasuk dari PDIP. Dari semua calon yang akan maju pada Pilwako Singkawang, Andi Syarif merupakan satu-satunya calon paling siap. Baik persyaratan sebagai calon independen, hingga menetapkan dr Nurmansyah, mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang sebagai wakilnya.

“Dibilang siap, kita calon yang setahun yang lalu paling siap. Persyaratan sebagai calon independen, kita sudah mengumpulkan 14 ribu lebih KTP. Wakil juga sudah ditetapkan. Tinggal tunggu waktu yang tepat untuk mendeklarasikan pasangan ini,” yakin Andi Syarif.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem dan Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang yang juga mencalonkan diri menyatakan, Nasdem hanya memiliki tiga kursi, dan masih memerlukan koalisi partai lain.
“Koalisi masih tetap terbuka, dan komunikasi dengan semua partai telah kita lakukan,” ujarnya.

Yang penting pihaknya harus bisa berkoordinasi dan sama-sama bekerja, dalam menyukseskan dan memilih pemimpin yang konsisten, menjalankan amanah sesuai dengan visi dan misinya kedepan. (jee/umr/ant/loh/lis)