Dinas Kesehatan Kota Singkawang Belum Tetapkan Status KLB DBD

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1439

Dinas Kesehatan Kota Singkawang Belum Tetapkan Status KLB DBD
Penjual merapikan dagangan ikan cupang di kawasan Pasar Burung Palembang, Sumatera Selatan, Senin (1/2). Penjual mengakui tiap memasuki musim hujan permintaan ikan cupang meningkat hingga 200 persen untuk membasmi jentik nyamuk penyebab demam berdarah den
SINGKAWANG, SP - Plt Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Singkawang menyatakan, terdapat 12 dua kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya.   
"Dari awal tahun hingga hari Minggu kemarin, sudah 12 laporan kasus penderita DBD yang masuk," kata Mursalin, kepada Suara Pemred, Rabu (2/3).


Menurut Mursalin, DBD saat ini umumnya dialami anak-anak di bawah umur. Kondisi ini disebabkan daya tahan anak-anak relatif masih lemah.
Sebelumnya, DBD juga telah menelan korban jiwa, yaitu satu anak berusia lima tahun di Kecamatan Singkawang Barat.

"Ada satu korban yang meninggal di Rumah Sakit Abdul Aziz. Diagnosisnya positif menderita DBD," ungkapnya.

Meskipun telah menelan korban jiwa, namun Mursalin menyatakan pihaknya masih belum memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap perkembangan penyakit DBD di Singkawang. "Belum bisa kita tetapkan untuk kejadian luar biasa," ujar Mursalin.

Mursalin memaparkan,  kasus penderita DBD di wilayahnya yakni di Kecamatan  Singkawang Barat dan Kecamatan Singkawang Tengah. "Umumnya memang di daerah ini yang paling tinggi. Selain itu,  Singkawang Selatan juga banyak," tandasnya.

Dinkes Singkawang, lanjutnya, juga telah melakukan langkah-langkah penanganan di wilayah korban DBD. Caranya, melakukan upaya penyelidikan epidemiologi.
"Penyelidikan ini terkait dengan tindakan yang akan kita lakukan, apakah akan dilakukan fogging, pemberian abate atau cukup melakukan abate saja," jelasnya.

Perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk pembawa virus DBD, umumnya terjadi kenaikan selama musim hujan. Hal tersebut karena telur nyamuk yang sebelumnya hanya menempel akan menetas jika terkena air.

"Karena itu kita mengimbau warga untuk bisa aktif melakukan pembersihan tempat-tempat yang menyimpan air, dan mengubur barang-barang bekas agar tidak tergenang saat musim hujan sekarang ini," pungkasnya. (jee/sut)        


Hanya Tiga Pasien


Kabid Pelayanan Medis RSUD dr Abdul Aziz, Mularso mengatakan, saat ini terdapat tiga pasien asal Kota Singkawang yang sedang dirawat karena diduga menderita DBD. "Ketiganya masih dirawat,  dan kami melakukan observasi mendalam untuk memastikan apakah ketiganya positif menderita DBD," kata Mularso.

Mularso menambahkan, ada satu pasien asal Kabupaten Bengkayang yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD dr Abdul Aziz.

Namun,  pasien tersebut telah dibolehkan pulang.
  Mularso menjelaskan,  umumnya DBD dapat dideteksi dengan cepat secara kasat mata. Penderita biasanya akan mengalami demam tinggi selama tiga hari. "Demam biasanya disertai dengan keluarnya darah dari hidung. Setelah itu,  baru akan keluar bintik merah pada kulit," pungkasnya. (jee/sut)