BNN Tes Urine Puluhan Prajurit Kodim 1202 Singkawang

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1258

BNN Tes Urine Puluhan Prajurit Kodim 1202 Singkawang
PRAJURIT- Pemeriksaan urine yang dilakukan oleh BNN Kota Singkawang terhadap puluhan prajurit TNI di Markas Kodim 1202, Kamis (3/3) di Markas Kodim 1202. (FOTO SUARA PEMRED/ M. ELIAZER)
SINGKAWANG, SP - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Singkawang melakukan tes urine terhadap puluhan personil prajurit TNI Kodim 1202. Pemeriksaan merupakan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo untuk agar BNN lebih giat lagi dalam upaya pemberantasan narkoba.

"Instruksi ini disambut oleh pihak panglima dan kapolri, karena itu kita lakukan tes urine," kata AKBP Christmas Siswanto,  Kepala BNN Singkawang, di Markas Kodim 1202/  Singkawang,  Kamis (3/3).


Menurut Siswanto,  pemeriksaan merupakan salah satu upaya pemerintah,  dalam memerangi penggunaan narkoba yang disinyalir telah masuk ke tingkat aparat negara,  seperti TNI dan Polri.

Sebelumnya, Panglima TNI menegaskan setelah Juni 2016, jika terbukti masih tetap ada anggota terlibat narkoba, maka komandannya akan dipecat.

"Saya perintahkan Panglima Komando Utama untuk melakukan pembersihan internal sampai bulan Juni 2016. Makin banyak, itu yang terbaik. Nanti dapat penghargaan, dan tidak boleh malu," kata  Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Jakarta, Selasa (1/3).

Siswanto menambahkan,  BNN hanya bertugas melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan ada prajurit TNI positif menggunakan narkoba, penindakan sepenuhnya diserahkan kepada pimpinan masing-masing.

"BNN hanya sebagai saksi ahli dalam melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Siswanto mengungkapkan selama melakukan pemeriksaan, pernah didapati dua orang prajurit TNI dari Rindam/XII Tanjungpura yang positif menggunakan narkoba. "Ada dua orang yang positif. Tapi seperti yang saya bilang, penindakan diserahkan kepada atasannya," tukasnya.

Sedangkan tim dokter dari BNN Kota Singkawang mengatakan, penggunaan narkoba di wilayahnya didominasi oleh narkoba jenis sabu-sabu.
"Setelah sabu,  baru ekstasi kemudian baru obat-obatan penenang," ungkap Fenny.


Dia juga mengatakan,  uji tes menggunakan alat yang mampu mendiagnosa, apakah seseorang terindikasi atau tidak menggunakan narkoba, yaitu  dengan cara mencelupkan alat tersebut ke dalam urine.


"Alat yang kita gunakan ada lima parameter.  pemeriksaan untuk jenis sabu, ekstasi, ganja, morfin dan obat-obat penenang," tandas Fenny.

Ambil Langkah Tegas

Pangdam XII/ Tanjungpura menegaskan, terus memantau proses penertiban narkoba di lingkungannya, baik di Provinsi Kalimantan Barat maupun di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Sekarang penertiban masih berjalan. Tidak ada kompromi bagi anggota TNI AD yang terbukti terlibat narkoba. Apalagi sudah ada penegasan dari Panglima TNI,” ungkap Mayjen TNI Agung Risdhianto.


Sementara itu, Dandim 1202/Singkawang, mengatakan, pemeriksaan terhadap anggota TNI akan dilakukan secara bertahap. "Yang belum tercatat,  nanti akan datang lagi untuk diperiksa. Kita juga koordinasi dengan pihak BNN, seberapa banyak mereka bisa melakukan pemeriksaan," kata Letkol Inf Nico Reza H Dipura.

Nico Reza mengatakan, jika nanti dalam pemeriksaan ditemukan terdapat anggotanya positif narkoba, pihaknya akan mengedepankan langkah pembinaan.
 "Karena mereka ini kan anak-anak saya,  kita akan membina dia, kita berikan penekanan dan larangan," ujarnya.

Namun apabila masih ditemukan orang yang sama menggunakan narkoba. Nico Reza akan mengambil langkah tegas. "Jika masih kedapatan dan semakin parah dalam penggunaan, bandar atau backing narkoba, tidak ada alasan. Kita akan langsung lakukan pemberhentian tidak dengan hormat," ungkapnya. (jee/sut)