BNN Kota Singkawang Ringkus Pengedar Narkoba untuk Kalangan Pelajar

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1268

BNN Kota Singkawang Ringkus Pengedar Narkoba untuk Kalangan Pelajar
Tersangka pengedar Narkoba Joni alias Achun (35) diapit dua aparat bersenjata lengkap, serta barang bukti yang diamankan, Selasa (4/10). (SUARA PEMRED/ ABDUL)
SINGKAWANG, SP – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Singkawang kembali mengamankan  tersangka yang diduga pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi.

 Tersangka yang diamankan atas nama Joni alias Achan (35), warga Pasar Puri Dalam, Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat.

Kepala BNN Kota Singkawang, AKBP Chrismas Siswanto mengatakan, melihat dari besaran narkoba yang ditemukan, Joni termasuk dalam kategori bandar kelas kakap.


“Melihat dari barang bukti yang kita amankan, tersangka termasuk bandar narkoba kelas kakap” kata AKBP Chrismas Siswanto saat konfrensi pers di Kantor BNN Singkawang, Selasa (4/10).
 
Chrismas menjelaskan penangkapan berawal dari laporan warga ke pihaknya atas dugaan praktek transaksi narkoba yang dilakukan di Jalan Pasiran, Pasar Tanjung, Selasa (20/9) lalu.

Berawal dari laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan penyelidikan. Hasilnya, Joni alias Achan  diamankan, di kediamannya di jalan Pasar Puri Dalam.

"Pemeriksaan saat ini masih kita lakukan terhadap tersangka untuk pengembangan dan mengejar jaringan lainnya," ujar Chrismas.


Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku yakni, 51 butir pil ekstasi, 23 paket sabu seberat 30.9179 gram, kemudian 2 buah timbangan digital, dan uang tunai senilai RP5,3 juta.

"Pelaku kita jerat pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Penyalahgunaan
dan Peredaran Gelap Narkotika dengan acaman hukuman lima tahun penjara," kata Chrismas.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan kepada tersangka, diketahui, barang haram tersebut dipasok dari Kota Pontianak, dan dikirim ke tersangka menggunakan jasa kurir.

Sementara itu, Joni alias Acan membenarkan bahwa narkoba yang ditemukan berasal dari Kota Pontianak, yang dikirimkan oleh orang yang bernama Albert.

Joni mengaku sudah enam bulan menjalani bisnis
terlarang tersebut.
 "Saya dapat dari Albert. Dia orang Pontianak, barang dikirim menggunakan kurir," kata Joni.

 Joni mengungkapkan, umumnya kalangan pelajar merupakan pangsa pasar untuk menyalurkan narkoba. 
"Yang beli kebanyakan anak sekolah. Pemesanannya lewat telepon. Nanti barangnya diantarkan," pungkasnya.  (abd/jee/sut)


Komentar