Warga Temukan Mayat Sudah Membiru di Singkawang

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 847

Warga  Temukan Mayat Sudah Membiru di Singkawang
ILUSTRASI (kualalumpurpost.net)
SINGKAWANG, SP – Sesosok mayat lelaki dengan posisi berbaring terlentang ditemukan oleh warga di rumah nomor 41 di Jalan Natuna, Kelurahan Pasiran Singkawang, Sabtu (8/10). Saat ditemukan, kondisi mayat cukup mengenaskan, dengan hanya menggunakan pakaian dalam dan sekujur badan yang telah mulai membengkak dan membiru.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kematian.

Informasi yang dihimpun,  ditemukannya mayat berawal dari kecurigaan warga dengan bau tak sedap yang kelauar dari dalam rumah.
Warga yang curiga kemudian melapor  ke Kantor Polsek Singkawang Barat. Setibanya di lokasi kejadian, polisi kemudian langsung mendatangi tempat kejadian perkara.
Namun keadaan rumah dalam keadaan pintu terkunci, polisi kemudian terpaksa membongkar jendela untuk bisa masuk ke dalam.

Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Narno, membenarkan bahwa telah ditemukan sesosok mayat di Jalan Natuna, Kelurahan Pasiran Singkawang. Berdasarkan keterangan saksi, korban bernama Hariyanto.
"Riwayat hidup korban diketahui mengidap gangguan jiwa, “ kata Sunarno, Minggu (9/10).

Meskipun diketahui menderita gangguan jiwa, namun Sunarno masih enggan menyimpulkan penyebab korban meninggal dunia.
Namun secara pasti, penyebab kematian korban, belum dapat di ketahui.

Dan mayat korban, sudah dibawa ke rumah sakit Vinsensius Singkawang untuk dilakukan visum.

“Untuk mengetahui penyebab kematian korban, kita belum bisa memastikan, saat ini masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Vincentius,"pungkasnya.

Sementara itu salah satu tetangga korban, Afong membenarkan bahwa korban memang menderita gangguan jiwa.
“Semenjak seminggu lalu dia tidak pernah terlihat keluar rumah,” katanya.

Afong juga mengatakan bahwa selama ini korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. "Semenjak bapaknya meninggal, dia memang tinggal sendiri. Adiknya ada, tapi tidak mau tinggal bersama korban, karena takut dipukul sama dia (korban),” kata Afong. (abd/jee)