Nyoblos Lebih dari Satu Kali Diancam Penjara 12 Tahun dan Denda Rp 144 Juta

Singkawang

Editor Soetana hasby Dibaca : 1167

Nyoblos  Lebih dari Satu Kali Diancam Penjara 12 Tahun dan Denda Rp 144 Juta
Ilustrasi (SP/Net)
PONTIANAK, SP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Barat mengingatkan warga yang sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, tidak melakukan tindak pidana berupa pencoblosan lebih dari satu kali.

Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Kalimantan Barat, Krisantus Heru Siswanto usai Sosialisasi Pengawasan Partisipatif  di Hotel Dangau, Kota Singkawang, Sabtu (4/2/2017).

Dikatakannya, warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan hak suaranya hanya satu kali. Bagi warga yang kedapatan menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), maupun menyuruh orang lain (tidak masuk DPT) melakukan pencoblosan, akan dipidana berat dan denda ratusan juta.

BERITA TERKAIT:
Pilkada Serentak 2017, Pelanggaran Pidana Pemilu Tak Diproses? 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, kata Krisantus, telah diatur hak pemilih dan ancaman pidana bagi pemilih.

Seperti pada Pasal 177A, 178A, 178B, dan Pasal 178C Undang-Undang Pilkada.

Krisantus menyatakan pada Pasal 178C ayat 2; Setiap orang yang dengan sengaja menyuruh orang yang tidak berhak memilih memberikan suaranya 1 (satu) kali atau lebih pada 1 (satu) TPS atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp 144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah). (aju)

Baca Juga:
Dua Perampok Aniaya Pasutri dan Bawa Kabur Rp 70 Juta
Waka Polda Kalbar dan Kabid Humas Diganti
Brigjen Joko Irianto: Jangan Terprovokasi Kabar Hoax Medsos