Panwaslu: Kasus Jurkam Paslon Wali Kota Singkawang Dilimpahkan ke Polres

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1055

Panwaslu: Kasus Jurkam Paslon Wali Kota Singkawang Dilimpahkan ke Polres
KAMPANYE- Screnshoot akun Facebook Andy Victorio yang isinya melakukan ajakan dukungan terhadap Paslon Nomor Urut 1 saat masa tenang kampanye. (SP)
SINGKAWANG, SP - Ketua Juru Kampanye (Jurkam) Pasangan Calon Wali Kota Singkawang Nomor Urut 1, Andy Victorio terancam hukuman pidana karena dugaan melanggar Undang-Undang Pemilu. Pasalnya, Andi diduga berkampanye melalui media sosial di luar jadwal yang telah ditentukan.  

Sebagaimana akun Facebook miliknya yang bernama Andy Victorio mengupdate status pada tanggal 14 Februari berbunyi "Malika Walikota Suriyadi Wakilnya Masyarakat Singkawang Sejahtera! #COBLOSNOMORSATU!". Tak tanggung-tanggung, status tersebut menuai ratusan berbagai macam komentar.
 

Dikonfirmasi terkait masalah tersebut, Kepala Divisi Penegakan dan Penindakan Pemilu,  Panwaslu Kota Singkawang, Hendra Kurniawan membenarkan perihal bahwa terlapor melakukan kampanye di luar jadwal melalui akun Facebook resmi miliknya.
 

"Pada tanggal 14 Februari 2017, pada tanggal tersebut adalah masa tenang, tidak boleh melakukan kampanye, dari status itulah masyarakat melaporkan ke Panwaslu Kota Singkawang," ujarnya.  

Hendra menuturkan setelah mendapat laporan, pihaknya kemudian menindak lanjuti dengan melihat unsur-unsur pelanggaran. Hasilnya,  disimpulkan laporan pelanggaran yang dilakukan Andy Victorio dinilai layak naik ke proses penyidikan.
 

"Buktinya juga ada, maka dari itu sentral Gakumdu melimpahkan kasus tersebut ke Polres Singkawang. Tinggal Polres yang menindak lanjuti, karena polisi secara aturan diberi waktu sekitar 14 hari untuk menangani perkara tersebut," lanjut Hendra.  

Hendra mengungkapkan  status tersebut terlihat bahwa adanya ajakan dukungan untuk Pasangan Nomor Urut 1 yang terlihat dalam status dan gambar yang di upload melalui media sosial Andi Victorio.  

"Dugaan kami beliau ini merupakan ketua Jurkam Paslon nomor Satu, meski di SK tidak ada, tapi dilihat dari surat pemberitahuan kampanye itu ada, beliau yang menandatangani," pungkasnya.(pul/jee)