Bawang Putih di Singkawang Langka

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 834

Bawang Putih di Singkawang Langka
Pedagang Bawang - Pedagang bawang di pasar tradisional. Di Kota Singkawang, ketersediaan bawang putih saat ini mulai langka sehingga mengakibatkan harga jual melambung.
SINGKAWANG, SP – Mendekati puasa Ramadan, bawang putih di Kota Singkawang mulai langka. Berdasarkan pengakuan pedagang di pasar tradisional di Singkawang, kelangkaan telah terjadi sejak sepekan lalu. Anen, salah seorang pedagang yang berjualan di Pasar Beringin mengatakan, sejak sepekan lalu telah memesan bawang putih kepada agen yang biasa memasok ke tokonya. Namun bawang putih yang dipesan tidak kunjung datang. “Saya tanya ke agen, mereka bilang stok bawang putih terbatas jadi tidak bisa memasok ke semua pedagang,” kata Anen di temui di Pasar Beringin, Senin (22/5). Akibat stok yang terbatas dan permintaan yang meningkat, hukum pasar pun berlaku. Bawang putih yang normalnya dijual Rp40 ribu per kilogramnya, naik menjadi Rp58 ribu per kilo gramnya. “Kita juga inginnya harga jual normal saja, tidak naik. Tapi karna barang sedikit dan permintaan barang terus meningkat jadi harga jual juga ikut naik,” ujar Anen. Berbeda dengan Anen, pedagang di Pasar Alianyang, Hendrik mengaku masih mendapatkan pasokan bawang putih dari agen, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak yang diinginkan.   "Saya masih mendapat dari agen, tapi hanya satu karung saja, itupun didapat sebelum kelangkaan bawang putih terjadi seperti sekarang," terangnya.

Dalam sekali pemesanan ke agen, Hendrik menjelaskan biasanya memasan empat karung bawang putih. Namun dengan kondisi sekarang ini jumlah pesanan yang diinginkan akan sulit didapat.
"Ya kalau sekarang dibatasi satu karung, itupun lama baru datangnya. Kita juga heran kenapa bisa terjadi kelangkaan seperti ini," akunya.

Hendrik meminta pemerintah bisa mengatasi permasalahan ini segera agar harga jual bawang putih tidak semakin melonjak seperti sekarang ini.
"Kita harap pemerintah mencari tahu atas penyebab kelangkaan bawang putih, apakah benar-benar langka atau sengaja ditimbun agen dan baru dikeluarkan tiga hari menjelang puasa dengan harga jauh lebih tinggi dari harga yang sudah naik saat ini," pungkasnya.

Sementara, salah seorang ibu rumah tangga di Kota Singkawang, Yulia berharap harga jual bawang putih bisa segera turun.
"Pastilah kalau sudah bulan puasa ini kebutuhan kita meningkat, pengeluaran sudah pasti meningkat pula, ditambah dengan harga kebutuhan pokok yang pada naik, ini menjadi beban kita," katanya. (pul/jee)